Oknum Kades di OKU Selatan Tusuk Oknum Wartawan Online Usai Dimintai Uang
MUARADUA, OKU SELATAN – Malam itu, langit Desa Karang Pendeta, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, tampak biasa saja.
Udara dingin menelusup perlahan di sela-sela rumah penduduk, menandai awal malam Jumat yang tenang.
Tapi siapa sangka, di balik dinding rumah seorang kepala desa, telah terjadi peristiwa yang membuat gempar satu kabupaten.
Sukri, 35 tahun, pria bersuara lantang yang dikenal sebagai oknum anggota media online dari Desa Negeri Agung, datang bersama temannya, Ari.
Tujuan mereka satu: menemui Kepala Desa Karang Pendeta, Sudirman, yang dikenal cukup terbuka terhadap siapa pun yang datang ke rumahnya.
Obrolan awal mereka terasa cair, santai, layaknya pertemuan biasa. Tapi suasana berubah saat jarum jam menunjukkan pukul 19.00 WIB.
Sukri tiba-tiba mengajukan permintaan uang. Sudirman, yang mungkin tak ingin berlarut-larut dalam perdebatan, menyodorkan uang tunai Rp 500.000.
Tapi alih-alih bersyukur, Sukri dan rekannya justru meminta tambahan. Tiga juta rupiah—jumlah yang tak sedikit bagi seorang kepala desa.
BACA JUGA Kejari Geledah Kantor PMI OKU Timur, Cari Bukti Dugaan Korupsi, 65 Saksi Diperiksa
Sudirman menolak. Dengan nada yang masih berusaha tenang, ia mengatakan tak memiliki uang sebesar itu. Namun Sukri terus memaksa.
Tekanan itu rupanya memantik amarah yang selama ini tersembunyi.
Tanpa banyak kata, Sudirman bangkit dari duduknya, melangkah ke dapur, dan mengambil sebilah pisau.
Dalam hitungan detik, sebilah pisau itu menembus perut Sukri, tepat di sisi kiri atas.
Darah mengalir. Sukri terhuyung. Ari menjerit. Dan tanpa pikir panjang, keduanya kabur ke luar rumah, menyelamatkan diri di bawah langit malam yang kini terasa mencekam.
BACA JUGA Korban Kebakaran di OKU Selatan Dikunjungi Wabup, Ini yang Diberikannya
Tak lama setelah kejadian itu, Sudirman justru melakukan hal yang tak terduga. Ia menghubungi polisi.
“Pak, saya menusuk orang,” begitu kira-kira suara yang diterima oleh anggota Polsek Buay Sandang Aji melalui telepon malam itu.
Sekitar pukul 19.15 WIB, polisi tiba di rumah kepala desa.
Petugas tak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti: uang Rp 500.000, satu buah topi hitam, handphone, dua pasang sandal, dan sepeda motor Beat tanpa plat nomor. Semua benda itu jadi saksi bisu atas kejadian yang telah terjadi beberapa menit sebelumnya.
Sementara itu, Sukri dilarikan ke Klinik Ismadana di Muaradua.
BACA JUGA Biadab ! Jidat Emak Dilempar Batok Motor, Pelakunya Anak Sendiri
Tapi luka yang dideritanya—tusukan sedalam 2 cm dengan panjang 3 cm di perut kiri atas—terlalu serius untuk ditangani di sana. Ia pun harus dirujuk ke Palembang.
Saksi-saksi mulai dimintai keterangan. Sahrian dan Ardiansyah, dua warga desa setempat, memberikan kesaksian yang bisa menjadi benang merah peristiwa itu.
Kapolsek Buay Sandang Aji, Ipda Nyoman, membenarkan kejadian tersebut.
Dalam laporan resminya, ia menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, dan mengamankan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.***











