PendidikanSekolah

Pemkab Resmi Buka Sekolah Rakyat Berasrama Pertama di OKU

×

Pemkab Resmi Buka Sekolah Rakyat Berasrama Pertama di OKU

Sebarkan artikel ini
foto antara

OKU SATU.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, resmi membuka Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 45 OKU sebagai langkah nyata pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah dan keluarga kurang mampu.

Wakil Bupati OKU Marjito Bahri mengatakan, pembukaan sekolah rakyat ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Program tersebut dirancang untuk membuka kesempatan pendidikan setara bagi anak-anak miskin di seluruh Indonesia.

BACA JUGA Warga Desa Tanjung Kemala Pilih Kades Baru, Tiga Calon Siap Bertarung

“Setelah penantian panjang, akhirnya SRMA 45 OKU resmi dibuka. Ini menjadi langkah penting dalam memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu,” kata Marjito di Baturaja, Selasa (7/10/2025).

Sekolah Rakyat 45 OKU berlokasi di eks Gedung Bandiklat BKPSDM OKU, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur.

Fasilitas ini sekaligus menjadi pusat pendidikan berasrama (boarding school) yang sepenuhnya dibiayai negara.

BACA JUGA Dana Hibah PMI OKU Dipakai Bayar Utang Pribadi, Ketua dan Bendahara Masuk Bui!

Dengan beroperasinya SRMA 45 OKU, pemerintah daerah optimistis angka putus sekolah di Kabupaten OKU dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

“Seluruh biaya pendidikan, asrama, hingga kebutuhan dasar siswa ditanggung negara agar anak-anak bisa fokus belajar tanpa memikirkan beban ekonomi keluarga,” ujar Marjito.

90 Siswa Sudah Terdaftar, Fokus pada Anak Miskin Ekstrem

Kepala SRMA 45 OKU Eis Nina Marlina menuturkan, pembukaan sekolah ini sekaligus menandai dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.

BACA JUGA Unbara Beri Bantuan Hukum ke Warek I, Ast III : Ikuti Proses Hukumnya

Kegiatan MPLS akan berlangsung selama dua pekan sebelum masuk ke materi pembelajaran reguler.

“Saat ini sudah ada 90 siswa yang terdaftar dari target 100 murid. Mayoritas berasal dari keluarga miskin ekstrem dan anak-anak putus sekolah,” ungkap Eis Nina.

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di SRMA 45 OKU mengadopsi konsep boarding school atau sekolah berasrama penuh.

 Siswa akan tinggal di asrama yang telah disiapkan dengan fasilitas makan, perlengkapan belajar, serta layanan bimbingan sosial.

“Kami ingin memastikan setiap siswa bisa belajar dengan tenang, nyaman, dan memiliki kesempatan yang sama untuk sukses,” tambahnya.

Ijazah Resmi Setara SMA Umum

Berbeda dari program paket kejar, SRMA 45 OKU memberikan pendidikan formal setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Lulusan sekolah rakyat ini akan memperoleh ijazah resmi yang diakui oleh pemerintah, sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung bekerja.

“SRMA bukan sekolah alternatif, tetapi lembaga pendidikan formal dengan kurikulum dan standar nasional,” tegas Eis Nina.

Misi Sosial dan Transformasi Pendidikan

Keberadaan Sekolah Rakyat 45 OKU diharapkan menjadi pelopor transformasi pendidikan inklusif di Sumatera Selatan, terutama dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan taraf hidup keluarga miskin.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Kemensos, program Sekolah Rakyat menjadi simbol perubahan sosial: dari keterbatasan menuju kesempatan, dari ketidakmampuan menuju kemandirian. ***

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News