Petani OKU Timur Berharap Kebijakan Serap Gabah Rp 6.500 Di jalankan
OKU Timur -, di nilai dapat meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten OKU Timur.
Kebijakan ini di sambut antusias masyarakat petani di wilayah tersebut. Karena, ada harapan baru di sektor pertanian.
Salah satu petani, Andi mengatakan, kebijakan ini sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami berharap kebijakan ini dapat di jalankan dengan efektif dan efisien, sehingga kami dapat merasa aman dan nyaman dalam menjual hasil panen kami, ” kata Andi.
Namun, Andi juga mengungkapkan masih ada ketidakjelasan tentang cara Bulog membeli gabah dari petani.
Apakah Bulog akan membeli langsung dari petani atau melalui pihak ketiga?
“Kami berharap pemerintah dapat menjelaskan prosesnya dengan jelas,” kata Andi.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa kebijakan ini dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga petani dapat merasa aman dan nyaman dalam menjual hasil panennya.
Baca juga :
Dramatis! Buronan Polres OKU Timur Ditangkap Polsek Simpang
Bisnis Enak-enak Terbongkar, Lansia di Prabumulih Terancam Pidana 15 Tahun
Menko Bidang Pangan Minta Bulog Serap Gabah
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, gabah petani harus terserap habis oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Ia mencontohkan Sumatera Selatan yang jadi lumbung pangan, dalam waktu dekat panen raya.
Gabah tersebut harus di serap pemerintah, jika pasar tidak mampu menyerapnya.
“Ini sesuai perintah presiden Prabowo. Harga gabah naik jadi Rp 6.500 jadi harus di beli, ” tegas Zulhas.
Bulog Di minta Serap Jagung
Selain gabah petani yang dalam waktu dekat ada yang panen raya, Zulhas juga meminta Bulog menyerap jagung petani.
“Seluruh jagung petani harus diserap Bulog dengan HPP Rp 5.500 per kg, ” Tegasnya meminta menyerap seluruh hasil panen.
Tanaman jagung sejak beberapa tahun belakangan, jadi opsi masyarakat. Selain menanam padi dan ubi.
Konon harga jagung yang fluktuasi, membuat masyarakat petani, kerepotan. Panen yang di nanti setiap tiga bulan, terkadang tak menghasilkan pendapatan yang seimbang dengan pengeluaran.
Baca juga :
Seribu Pengusaha Penggiling Gabah di Kumpulkan
Menteri Pertanian Amran mengatakan, pembelian gabah dengan HPP RP 6.500 tidak hanya menyasar Bulog. Tapi juga semua yang beli gabah, harus se harga itu.
“Semua orang yang beli gabah harus Rp. 6.500, ” ujarnya.
Hal ini termasuk juga dengan pengusaha penggilingan gabah. Untuk sosialisasi ini, pihaknya akan mengumpulkan 1.000 pengusah penggilingan gabah.
“Nanti langsung action, langsung gerak dengan penggilingan sedan dan besar untuk menjalankan kebijakan ini, ” tandansya. (wie)












