Polisi Usut Pembunuhan Lansia Pakai Balok, Menantu Dalangi Aksi
OKUSATU.id – Seorang wanita yang sedang duduk di sofa di dalam rumah, tiba-tiba diterjang balokan kayu oleh seorang pria.
Balok kayu yang keras, dipukulkan dengan tenaga penuh seorang pria muda membuat tubuh wanita tersebut ambruk sekali pukul.
Bukan sekali kayu balok tersebut menghantam tubuh wanita renta itu, namun berkali-kali. Pelaku tak memiliki rasa iba, meski korban sudah tepar di sofa, namun pukulan balok masih mencerca tubuh.
Baca juga :
Semua aksi tersebut terekam CCTV di rumah tersebut. Bahkan, sejak para pelaku berdatangan, semuanya terekam. Jumlah pelakunya empat orang. Dua wanita dan dua laki-laki.
Aksi kejam nan sadis tersebut terjadi di Provinsi Riau. Persisnya di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Kasus ini menarik perhatian Aparat Penegak Hukum (APH) dan sedang ditangani Polresta Pekanbaru.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta kepada media mengatakan, korban bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio. Usianya 60 tahun, tewas dengan kondisi tragis.
Baca juga :
Ribuan ASN Dilaporkan Bupati ke Polisi, Gegara Absensi
Tuntaskan Dendam, Desi Habisi Nyawa Heri, lalu Serahkan Diri
Dia menyebut, polisi sedang memburu pelaku pembunuhan wanita lansia tersebut. Karena diduga kasus pembunuhan itu melibatkan menantu korban, berinisial AF.
“Titik terangnya sudah ada, Alhamdulillah, “ katanya.
Dalam rekaman CCTV yang diamankan polisi, AF yang masuk ke dalam rumah pertamakalinya, sebelum disusul tiga orang lainnya, termasuk selingkuhan AF yang melakukan pemukulan dengan balok.
Baca juga :
Cuaca Pagi Cerah Syahdu, Awas 13 Wilayah Diperkirakan BMKG Sumsel Hujan Turun Siang Nanti
Pagi – Siang Panas Bedengkang, Sore – Malam Hujan Mendadak, BMKG Ungkap Pemicunya
Ketika itu, AF mengenakan kaos hitam dan celana panjang, masuk lebih awal setelah dibukakan pintu oleh korban, dan menyalaminya.
“Ini diduga selingkuhan mantunya. Dua orang lainnya, diduga teman menantunya, “ jelasnya.
Untuk diketahui, pada aksi pembunuhan lansia tersebut para pelaku sempat melakukan pengurasakan CCTV untuk menghapus rekaman brutal tersebut. Para pelaku juga membawa kabur uang SGD 400. (13)











