Porsi Sabar
Oleh: Yasin
Seluruh manusia tentunya mengakui bahwa dalam hidup, hitam dan putih saling berdampingan, suka dan duka, serta anugerah dan musibah juga selalu hadir bergantian.
Tentunya hal ini merupakan rentetan alur kehidupan. Suka atau tidak, tatkala anugerah musibah itu menghampiri, maka yang perlu diperhatikan adalah melatih kesabaran agar tetap tabah dan berlapang dada dalam menghadapinya.Di antara sifat yang paling mulia dan utama adalah sabar.
Keutamaan sifat ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama.
Menurut Al-Ghazali, setidaknya ada sekitar tujuh puluh lebih keterangan Al-Qur’an terkait sifat keutamaan sabar, anjuran sabar, dan ganjaran yang akan diperoleh orang yang senantiasa menjaga kesabaran.
Saking mulianya tabiat ini, tak heran bila kesabaran selalu diidentikkan dengan keimanan.
Seperti yang dikatakan Sahabat Ali bin Abi Thalib RA, “Ketahuilah bahwa kaitan antara kesabaran dan keimanan adalah ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, secara langsung tubuhnya juga tidak akan berfungsi.
Demikian pula dengan kesabaran. Apabila kesabaran sudah hilang, keimanan pun akan hilang.”
Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menjelaskan bahwa kesabaran memiliki berbagai macam hukum. Tidak semua bentuk kesabaran yang dianggap baik dan mulia.
Ada beberapa bentuk kesabaran yang malah dinilai tidak baik dan kurang tepat. Kesabaran pun sebenarnya harus tahu tempatnya supaya tidak terjebak pada kesabaran yang diharamkan.
Al-Ghazali mengatakan sebagai berikut.
واعلم أن الصبر أيضاً ينقسم باعتبار حكمه إلى فرض ونفل ومكروه ومحرم فالصبر عن المحظورات فرض وعلى المكاره نفل والصبر على الأذى المحظور محظور كمن تقطع يده أو يد ولده وهو يصبر عليه ساكتا وكمن يقصد حريمه بشهوة محظورة فتهيج غيرته فيصبر عن اظهاره الغيرة ويسكت على ما يجري على أهله فهذا الصبر محرم
Artinya, “Sabar dapat dibagi menjadi beberapa kategori sesuai dengan hukumnya: sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar dalam menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang syariat adalah wajib. Sementara menahan diri dari yang makruh merupakan sabar sunah. Sedangkan menahan diri dari sesuatu yang dapat membahayakan merupakan terlarang (haram) seperti menahan diri ketika disakiti.
Misalnya orang yang dipotong tangannya, atau tangan anaknya sementara ia hanya berdiam saja. contoh lainnya, sabar ketika melihat istrinya diganggu orang lain sehingga membangkitkan cemburunya tetapi ia memilih tidak menampakkan rasa cemburunya.
Begitu juga orang yang diam saat orang lain mengganggu keluarganya. Semua itu sabar yang diharamkan.
” Keterangan ini menunjukan bahwa dalam sabar ada tempatnya sendiri. Justru ketika ia bersabar malah terjebak dalam kesalahan dan keharaman.
Seperti yang dicontohkan di atas, ketika melihat orang yang tertimpa musibah, maka sebaiknya kita langsung menolong orang tersebut, apalagi bila korbannya berada dalam kondisi darurat.
Begitu pula ketika seorang istri yang diganggu orang lain. Sabar dalam kondisi ini termasuk sabar yang diharamkan berdasarkan penjelasan Al-Ghazali.
Jadi, cara terbaik untuk menghadapi tindakan kasar, perlakuan buruk orang lain, dan cobaan-cobaan dalam hidup adalah dengan bersabar yang benar, jika kita mampu sabar pada posisinya Allah akan memberi pahala besar sebagai imbalannya.
Hal tersebut difirmankan Allah dalam Q.S Al-Qashash ayat 54 :
أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُو(٥٤
Artinya: Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.
Dalam Ayat Lain juga ALLoh menjelaskan surat Al-Baqarah: 153 juga ditegaskan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Lebih dari itu, kesabaran senantiasa dibutuhkan dalam berdakwah, bekerja, belajar, maupun menjalin hubungan dengan orang lain, seperti bersahabat dan menikah atau dalam membina rumah tangga.
Sebagai seorang Muslim, kita perlu istiqamah dan sabar dalam meninggalkan larangan Allah serta mengerjakan perintah-Nya.
Sehingga, berlatih sabar bisa ditempuh dengan melakukan beberapa hal, di antaranya adalah mendekatkan diri pada-Nya, rajin membaca Al-Qur’an, berpikir positif, menjalankan puasa sunnah, hingga mengingat Allah dengan berdzikir.
Semoga bermanfaat… (*)









