OKU TIMUR — Seorang pria berinisial SF (44) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Srimulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Rabu sore, 17 Desember 2025.
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah setelah diduga dipukul menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram.
Peristiwa tersebut diketahui melibatkan istri korban berinisial KH (38). Keduanya disebut sempat terlibat pertengkaran sebelum kejadian nahas itu terjadi.
BACA JUGA Truk Sawit Seruduk Pagar Klinik Mata
Kapolsek Madang Suku II, Iptu Ario Wibowo, mengatakan warga sekitar sempat mendengar suara cekcok dari dalam rumah pasangan tersebut.
“Setelah itu situasi mendadak sunyi. Warga bersama kepala desa kemudian mendatangi rumah untuk memastikan kondisi di dalam,” ujar Ario, Jumat, 19 Desember 2025.
Saat mengintip dari jendela, warga melihat korban sudah tergeletak tak berdaya. Pintu rumah yang terkunci dari dalam akhirnya didobrak.
BACA JUGA Bukan Salat, Pria Ini Malah Incar Kotak Amal Masjid An-Nur
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Di lokasi kejadian, warga juga menemukan bayi berusia enam bulan, anak dari korban dan pelaku, yang kemudian langsung dievakuasi.
Sementara itu, KH diamankan warga sebelum akhirnya dijemput oleh pihak kepolisian.
Hasil visum dan penyelidikan awal menyimpulkan korban mengalami luka fatal di bagian kepala akibat benturan tabung elpiji.
BACA JUGA Survive dì Hutan, Poncho Bisa jadi Bivak Darurat Nyaman, Perhatikan Syaratnya
Polisi juga mengungkap bahwa KH diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan telah lama menjalani perawatan, baik di Palembang maupun di Pulau Jawa.
“Informasi tersebut kami peroleh dari pihak keluarga, kepala desa, dan warga setempat,” kata Ario.
Dengan mempertimbangkan kondisi kejiwaan pelaku, pihak keluarga korban memutuskan tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah.
Jenazah korban telah dimakamkan, sementara KH diserahkan ke Dinas Sosial untuk menjalani rehabilitasi dan perawatan lanjutan. ***






