Ratusan Ribu Benih Ikan Dilepas ke Sungai Ogan, Kini Jumlah Koleksinya Gak Kehitung
Baturaja – Bibit ikan di sungai Ogan kembali ditambah Pemerintah Kabupaten OKU. Bibit ikan baru tersebut, dimasukkan ke dalam sungai Ogan dengan jenis yang ikan nilem dan ikan jelawat.
Jumlah benih ikan yang ditambahkan tidak tanggung-tanggung mencapai 200 ribu lebih. Penambahan ini tentu sangat berdampak besar bagi biota sungai.
Ratusan benih ikan yang dilepas ke sungai Ogan, dikatakan PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah berasal dari bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
“Bantuan ikan tidak hanya dilepas ke sungai, tapi juga diserahkan ke enam kecamatan, ” ujarnya sebelum pelepasan benih ikan di tepi sungai Ogan.
Enam kecamatan yang menerima bantuan benih ikan nilem dan jelawat di antaranya : Kecamatan Baturaja Barat 28.900 ekor Ikan, Baturaja Timur 45.000 ekor Pengandonan 28.900 ekor Ikan, Lubuk Batang 28.900 Ikan, Sosoh Buay rayap 36.400 ekor Ikan, dan Ulu Ogan 29.000 ekor Ikan.
“Total 200 ribu ikan nilem dan 10 ribu ikan jelawat, ” ungkapnya.
Baca Juga :
Warga Batukuning Yakin Pasar Induk Ramai
Kapan JCH OKU Berangkat Haji, Begini Penjelasan Kemenag OKU
Kecamatan yang mendapat pembagian bibit ikan, nantinya akan membagikan bibit ikan dan disebarkan ke semua masyarakat dan juga sungai- sungai yang di setiap Kecamatan Kabupaten OKU.
“Semoga bantuan bibit ikan dapat meningkatkan penghasilan pembudidaya ikan di OKU, sehingga hasil budidaya dapat di jual di pasar dan bisa dinikmati masyarakat,” tandasnya.
Kepala Dinas Perikanan OKU Hj Tri Aprianingsih menjelaskan restocking ikan di sungai Ogan sudah dilakukan sejak 2017.
“Alhamdulillah rutin restocking tiap tahun, ” katanya.
Sejak program restocking dilakukan, masyarakat, kata dia, sangat terbantu. Khususnya masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari menjual ikan.
Hal ini terungkap, ketika pelepasan benih ikan di sungai Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat.
“Warga itu sangat berterimakasih karena stok ikan ditambah, sehingga mereka bisa menangkap dan menjualnya ke pasar, ” sebutnya.
Ikan-ikan yang dilepas, jelas Tri baru bisa dipanen paling cepat tiga bulan hingga enam bulan.
“Tergantung jenis ikannya. Ada yang tiga bulan, ada juga yang enam bulan baru bisa dipanen, ” tuturnya. (Ofa)












