OKU RAYASumsel

Tak Muluk-muluk, Hanya Butuh Perawatan Ringan

×

Tak Muluk-muluk, Hanya Butuh Perawatan Ringan

Sebarkan artikel ini
jalan rusak di kabupaten oku
Jalan lingkar yang menghubungkan RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya dengan RS Holindo Kelurahan Baturaja Permai rusak bertahun-tahun tanpa kejelasan, kapan perbaikannya. (MUSTOFA / OKU SATU)

Tak Muluk-muluk, Hanya Butuh Perawatan Ringan

BATURAJA TIMUR- Kerusakan badan jalan yang menghubungkan RS Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya dengan RS Holindo Kelurahan Baturaja Permai, tak ubahnya seperti penyakit menahun.

Pasalnya, jalan poros yang sangat aktif itu, rusak bukan dalam hitungan bulan lagi namun bertahun-tahun.

Pantauan koran ini di lokasi, lubang jalan yang tersebar di jalan lingkar itu, tidak kurang dari sepuluh lubang dengan kedalaman dan lebar bervariasi.

Jalan rusak ini masih cukup aman dilewati. Jika cuaca tidak hujan. Karena sebaran lubang terlihat, sehingga pengendara bisa berhati-hati sebelum melintasinya.

“Kalau habis diguyur hujan deras, lubang-lubang tertutup air. Bahayanya jika pengguna jalan yang baru pertama lewat sana, ” ujar Ujang warga sekitar.

Pengepul barang rongsok ini menyebut, tak jarang pengendara roda dua terjebak di lubang yang cukup besar. Dan ini bisa dipastikan, bahwa pengendara itu pertama kali melintas, jadi kurang hafal kontur jalan.

“Mereka yang sering lewat sini, pasti hafal. Meski lubang-lubang tertutup genangan air berwarna cokelat, ” ungkapnya.

Dari banyaknya sebaran lubang, ada satu lubang yang cukup dalam. Di titik ini, kata dia, tidak hanya sepeda motor terjebak, tapi juga kendaraan roda empat.

“Saking dalamnya, antara bibir lubang dengan sasis mobil berbenturan. Kami kaget mendengar itu, kami fikir tabrakan, ” kenangnya.

Jay warga lainnya menambahkan, rusaknya badan jalan di dekat pemukiman penduduk sangat merepotkan.

Pada jam-jam sibuk, kendaraan dari dua arah tidak bisa saling berpapasan.

“Harus antre melintas. Karena jalan berbagi dengan lubang, ” sebutnya.

Jika dipaksakan saling papasan, dipastikan salah satu pengendara yang jadi korban.

Paling tidak, kata dia, ada pengendara yang masuk ke dalam lubang.

“Sangat wajar kalau mau diperbaiki. Jalan ini alternatif dua daerah pemukiman, bahkan menjadi akses ke Batumarta, ” tuturnya.

Sepengetahuannya, kerusakan jalan lingkar itu terjadi sejak 2016. Hanya saja, kerusakan masih bisa ditolerir.

Rusaknya badan jalan, tidak separah sekarang ini.

Warga, sebut dia, tidak muluk-muluk minta dibangunkan jalan atau rehab besar-besaran, cukup jalan yang berlubang ditutup dengan aspal, agar pengendara tidak was-was.

“Paling cemas kalau melihat pengendara ibu-ibu lagi bawa anaknya, terus papasan dengan kendaraan lain, kendaraan yang dikemudikan ibu-ibu pasti oleng, ” sebutnya.

Selain rehab ringan jalan, drainase di tepi jalan juga harus dibangun.

Hal ini kata dia, air dari tepi jalan, dipastikan mengalir ke badan jalan.

“Siring belum ada. Jadi kalau hujan sudah reda, jalan masih dialiri air dari tepi jalan. Sama juga beresiko,” tandasya. (Ofa)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News