OKU RAYASumsel

Zuraima Atlet NPCI OKU Sabet 3 perunggu di Peparnas Solo XVII tahun 2024

×

Zuraima Atlet NPCI OKU Sabet 3 perunggu di Peparnas Solo XVII tahun 2024

Sebarkan artikel ini

Zuraima Atlet NPCI OKU Sabet 3 perunggu di Peparnas Solo XVII tahun 2024.

Tidak Percaya Diri, Sempat Pamit Mundur

Zuraima, atlet tenis meja NPCI OKU mengaku perolehan medalinya pada Peparnas Solo XVII hanyalah keberuntungan. Karena, ketidakpercayaan diri yang timbul saat pelatda di Palembang. Padahal di tingkat provinsi, sejumlah medali pernah dikoleksinya.

Mustofa – Lubuk Raja

Jumat, 1 November 2024 sekretariat NPCI OKU di komplek GOR Baturaja cukup ramai. Suasana ini sangat lumrah. Karena kantor yang menjadi pusat berkumpulnya atlet disabilitas di OKU menerapkan sistem piket.

Nah mereka yang datang di hari itu bukan saja pengurus organisasi yang piket, tapi juga ada atlet yang datang berlatih.

Zuraima salah satu atlet NPCI OKU sangat aktif berlatih. Pagi itu ia datang dengan sepeda motor maticnya. Tak menunggu lama, ia segera menghampiri pengurus yang sedang bersantai di teras kantor.

Selain bersalaman, buah tangan yang dikemas plastik hitam, ia tinggalkan di meja.

“Ini dikasih wadah, biar bisa dimakan bersama, ” ujarnya. Di dalam kantong tersebut berisi gorengan. Masih hangat.

Zuraima adalah salah satu dari tujuh atlet NPCI OKU yang memperkuat kontingen Sumatera Selatan pada Peparnas Solo XVII Oktober 2024.

Perdana terjun ke kanca nasional, ibu rumah tangga berusia 52 tahun ini membawa oleh-oleh 3 perunggu dari tiga kelas berbeda.

1 perunggu di kelas ganda campuran, 1 perunggu single putri nasional, dan 1 perunggu single putri elite.

“Menurutku perolehan ini keberuntungan dan doa kawan-kawan atlet, pelatih, dan pengurus NPCI OKU, ” ucapnya.

Prestasi yang disebutnya keberuntungan itu, sejatinya sudah disiapkan jauh sebelum perhelatan nasional digelar.

Untuk diketahui, ibu rumah tangga kelahiran 1972 ini, sudah banyak mengoleksi medali di tingkat provinsi pada ajang Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan.

Medali yang dikumpulkan tidak hanya perunggu, tapi juga emas dan perak. Medali tersebut berhasil dikumpulkan dari ajang Peparprov Prabumulih dengan 1 Perunggu, kemudian saat tuan rumah Kabupaten OKU meraih 1 emas, dan 1 perunggu, dan di Kabupaten Lahat meriah 2 emas, 2 perak.

Prestasi itu, sebenarnya yang modal Zuraima bisa meraih tiga medali di ajang nasional. Hanya saja, ia mengaku kurang percaya diri. Khususnya saat pemusatan latihan selama tiga bulan di Palembang.

“Memang kurang PD. Apalagi melihat atlet yang berlatih rata-rata masih muda di bawahnya, ” ungkapnya.

Ia mengaku sempat menangis selama pelatihan di Palembang. Karena rasa tidak percaya diri yang menggelayuti fikirannya. Bahkan ia sempat meminta pulang ke Kabupaten OKU dan digantikan dengan atlet lain.

“Saya nangis, pengen minta pulang. Tapi ketua NPCI OKU (Tarman) memberi semangat dan mendukung penuh. Bahwa inilah perjuangan, ” tuturnya.

Karena diberi motivasi itu, semangatnya kembali muncul. Latihan yang menguras tenaga, ia lahap begitu saja. Meski untuk berlaga di nasional, ia tak memasang target perolehan medali.

“Tidak ada target medali. Targetnya hanya cari pengalaman. Alhamdulillah justru diberi hadiah tiga perunggu, ” urainya.

Semangatnya tambah menjadi-jadi, ketika sampai di Solo, ia mendapati banyak atlet yang usianya jauh lebih senior. Namun semangatnya tidak kendor.

“Ternyata saat di Solo, ada atlet yang usianya 68 bahkan 70. Dan mereka masih semangat. Dari sini, kepercayaan diri saya sangat tinggi, ” ungkapnya.

Saat ini dirinya berusaha untuk mempertahankan prestasi yang sudah didapat. Bahkan ia juga berusaha maksimal untuk meningkatkan prestasi yang tersandang.

“Jangan cuma bertahan, semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi, ” tandanya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News