OKU RAYASumsel

Penyaluran Pupuk Bermasalah, Manager Pupuk Dipecat

×

Penyaluran Pupuk Bermasalah, Manager Pupuk Dipecat

Sebarkan artikel ini

Penyaluran Pupuk Bermasalah, Manager Pupuk Dipecat

Jakarta – Persoalan pupuk menjadi salah satu perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Pupuk yang selama ini kerap jadi keluhan masyarakat petani, akhirnya mendapat sorotan keras dari presiden.

Salah satunya tindakan tegas yang diberikan pemerintah, yakni dicopotnya manager area yang mempersulit pendistribusian pupuk ke petani.

“Pak Dirut, tolong managernya dicopot deh. Coba cek masing-masing yang gak sampai copot. Ini perintah. Titik. Aku minta di daerah dicek. Jika bermasalah, copot. Ini perintah. Nggak bisa ditawar, ” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat acara Gerakan Pangan Nasional Merah Putih menuju swasembada pangan berkelanjutan dan penandatanganan nota kesepahaman yang diikuti 1.300 Kades se Sumatera – Jawa kepada Dirut PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.

Pencopotan tersebut, buntut dari curhatan kades yang hadir di lokasi tersebut. Kades menyebut, belum adanya tambahan kuota pupuk di daerahnya.

Padahal, presiden memerintahkan penambahan kuota pupuk 100 persen.

“Presiden sudah menambahkan kuota pupuk 100 persen. Begitu sayangnya presiden kepada petani, ” ungkapnya.

Pupuk, tegas Menteri tidak boleh dipolitisasi. Karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat petani.

“Coba pak Dirut dicek, dan diselesaikan, ” perintahnya.

Selain mencopot manager, Amran juga memastikan permasalah tersebut akan selesai paling lambat 2 pekan.

Persoalan pangan, kata dia tidak bisa dibuat main-main. Karena ini berdampak besar terhadap negara, karan krisis pangan.

“Kalau krisis pangan, akan melompat ke krisis politik, dan negara bisa bermasalah, ” tandasnya. (13)

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News