EkonomiSumsel

Komoditi Karet Bawa Angin Segar Bagi Petani Getah di Sumsel 

×

Komoditi Karet Bawa Angin Segar Bagi Petani Getah di Sumsel 

Sebarkan artikel ini
Foto : Untung / OKUSATU.Id Komoditi karet membawa angin segar bagi petani di Sumsel.
Foto : Untung / OKUSATU.Id Komoditi karet membawa angin segar bagi petani di Sumsel.

Komoditi Karet Bawa Angin Segar Bagi Petani Getah di Sumsel

SUMSEL, OKUSATU.ID – Komoditi karet sepertinya membawa angin segar bagi petani karet di Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, getah yang di produksi dari Sumber Daya Alam (SDA) berupa pohon karet ini, akan di serap luar negeri lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Hal ini mengacu dari data ekspor pada tahun 2024, yang menyebut, ekspor karet di tahun itu tembus di angka 740 ribu ton lebih.

Sehingga, Gapekindo atau Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumatera Selatan berani memprediksi, ekspor karet dari provinsi ini akan meningkat.

Karet yang di ekspor tahun ini berpotensi meningkat dari tahun lalu. Yakni mencapai 800 ribu atau lebih, ” ujar Ketua Gakindo, ALex K Eddy di kutip dari Antara.

Namun, jika tidak sampai 800 ribu ton, paling tidak jumlah ekspor karet sama seperti tahun lalu yang nongkrong di angka 740.624 ribu ton.

Kemungkinan tersebut di sebabkan, belum adanya lahan baru, atau replanting tanaman karet. Namun jumlah lahan tanaman pohon karet tidak ada perubahan.

“Lahan baru dan replanting karet belum ada, sampai saat ini ya, ” katanya.

Untuk itu, dirinya mengharapkan para petani karet dapat merawat dan menjaga tanamannya dengan baik. Sembari, Gakindo berusaha agar pasar internasional mampu menyerap banyak.

“Tetap jaga kebun karet. Rawat dan pastikan kebutuhan, agar produksi getah terjaga, ” harapnya.

 

Baca juga : 

Gali Keistimewaan Pertengahan Sya’ba

Pembangunan Gedung Perpustakaan Diusulkan ke Pusat

Wanti-wanti Tak Ubah Kebun Karet

Selain meminta agar pohon karet di jaga dan di rawat, Ia juga meminta para petani tidak membongkar lahan karetnya.
Karena, belakangan banyak petani karet yang beramai-ramai membongkar kebun karetnya, dan di ganti dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan haga komoditinya.

“Jangan sampai kebun karet di ganti komidi lain, ” pesannya.

 

Baca juga : 

BPNT Cair Tiga Bulan, Segera Cek Status Pencairan di Bawah Ini 

Awal Ramadhan 1 Maret, Kemenag Gelar Isbat 28 Februari

Harga Karet di Pasar Internasional 1.9 USD

Harga jual karet di tingkat petani menjadi salah satu pemicu para petani mengubah lahannya dengan tanaman yang lebih menjanjikan.

Beberapa tahun belakangan, harga karet sangat tidak bersabahat dengan petani. Dan ini sangat mempengaruhi pendapatan dari komoditi ini.

Sementara antara pendapatan petani dengan harga kebutuhan harian di rumah sangat tidak seimbang. Petani menyebut, idealnya harga getah karet setara dengan beras 1 kg.

Namun perlu di ketahui, harga karet di pasar internasional mencapai 1.9 USDer kilogram.
Menurut Alex, harga ini sangat tinggi di banding harga sebelumnya yang di bandrol 1.3 USD per kilogram.

“Semoga harga karet tinggi bertahan, sehingga petani karet menjadi lebih sejahtera, ” tandasnya. (13)

 

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News