Cuaca

BPBD Sumsel Ingatkan Mei Kemarau, Puncaknya Tiga Bulan

×

BPBD Sumsel Ingatkan Mei Kemarau, Puncaknya Tiga Bulan

Sebarkan artikel ini
Penetapan status siaga karhutlah ini untuk memudahkan koordinasi lintas sector, sehingga pencegahan maupun penanggulangan lebih optimal.
Penetapan status siaga karhutlah ini untuk memudahkan koordinasi lintas sector, sehingga pencegahan maupun penanggulangan lebih optimal.

BPBD Sumsel Ingatkan Mei Kemarau, Puncaknya Juli – September

OKUSATU.id – Musim kemarau diperkirakan akan mulai pada Mei mendatang. Sedangkan fase puncak masa kering itu, diperkirakan berlangsung selama tiga bulan dimulai Juli hingga September 2026, hal ini berdasarkan informasi BMKG Sumsel yang diterima BPBD Sumatera Selatan.

“Kemarau dimulai Mei, puncaknya Juli sampai September 2026, “ ujar Kalaksa BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana.

Meski dalam hitungan hari memasuki bulan Mei, namun sampai saat ini status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) tingkat provinsi masih dalam proses.

“Sudah diajukan, mudah-mudahan segera ditetapkan, “ ujarnya.

Baca juga :

39 Tim Sepak Bola Siap Rebut Piala Ketua DPRD Sumatera Selatan

Keburu Tertangkap di Dalam Angkot, Ganja Kering 1 Kg Gagal Edar

Pengajuan status siaga Karhutlah dijelaskan mantan Pj Bupati OKU ini, karena untuk mengantisipasi potensi bencana tersebut. Penetapan status siaga juga dilakukan kabupaten / kota di Sumsel

“Sekarang ini ada dua daerah yang menetapkan status siaga Karhutlah. Ogan Ilir dan OKI, “ terangnya.

Siaga Karhutlah akan ditetapkan sejak SK diteken Gubernur Sumsel H Herman Deru hingga akhir November 2026. Namun, status siaga dapat diperpanjang, jika potensi tersebut masih terlihat.

Baca juga :

Lepas Kloter 1 JCH Sumsel, Apriadi : Jangan Khawatirkan Keluarga di Rumah

Hujan Ringan Cecar Belasan Wilayah dì Sumsel, Enam Daerah Ini Waspada Ya

“Apel siaganya 29 April. Mudah-mudahan status siaga sudah ditetapkan, “ harapnya.

Penetapan status siaga karhutlah ini untuk memudahkan koordinasi lintas sector, sehingga pencegahan maupun penanggulangan lebih optimal.

“Kami minta masyarakat agar masyarakat tidak buka lahan dengan cara dibakar, “ pesannya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News