Sumsel

12 Wilayah Rawan Karhutlah, BPBD Sumsel Tetapkan Status Siaga

×

12 Wilayah Rawan Karhutlah, BPBD Sumsel Tetapkan Status Siaga

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 12 daerah di Sumatera Selatan menjadi daerah yang rawan bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah)
Sebanyak 12 daerah di Sumatera Selatan menjadi daerah yang rawan bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah)

12 Wilayah Rawan Karhutlah, BPBD Sumsel Tetapkan Status Siaga

OKUSATU.id – Sebanyak 12 daerah di Sumatera Selatan menjadi daerah yang rawan bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah).

Lantaran kerawanan ini, BPBD Provinsi Sumatera Selatan mulai bersiap menghadapi musim tersebut.

Salah satunya dalam waktu dekat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel akan menggelar apel siaga Karhutlah, namun sebelum itu, akan ditetapkan status siaga Karhutlah.

“Apel siaga 22 April, “ ujar Kalaksa BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana.

12 wilayah yang rawan Karhutlah antara lain : OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Pali, Lahat. Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Muara Enim, Banyuasin, Musi Rawas,Ogan Ilir dan OKI.

Baca juga :

Banjir Besar Kepung Seluma! 835 KK Terdampak, Lima Kecamatan Lumpuh Diterjang Air

Pimpinan BAZNAS OKU Periode 2026-2031 Dilantik, Ini Tanggalnya 

Selain apel, BPBD Sumsel akan mengajukan bantuan 10 unit helicopter untuk membantu operasi penanganan Karhutlah. Helikopter digunakan untuk water bombing serta patroli udara.

“Penetapan status siaga Karhutlah ini menjadi dasar ajuan ke pusat untuk mendapatkan bantuan, “ terangnya.

Bantuan helicopter, jelas dia sangat diharapkan. Karena dengan armada tersebut, penanganan karhutlah  lebih cepat, apalagi jika kasus tersebut berada di lokasi yang sulit diakses.

Baca juga :

Debit Sungai Ogan Bertambah, BPBD OKU Intruksi Posko Pantau Lokasi

Angin Mengamuk di OKU Selatan! Empat Sekolah Rusak, Atap Beterbangan di Tengah Hujan Deras

“Pemantauan juga lebih efektif, “ tuturnya.

Seperti helicopter water bombing memudahkan pemadaman kebakaran yang tidak bisa ditembus kendaraan darat, sedang penggunaan helicopter untuk patroli sehingga laporan bisa cepat direspon untuk mengintervensi kebakaran.

“Penggunaan helicopter untuk memaksimalkan pemadaman agar api tidak menyebar, “ tandasnya. (13)

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News