Pemotor dì Lampung Nyemplung Got, Nekat Terobos Banjir
Lampung – Pemotor nyemplung got, saat melintas di jalan Tirtayasa, Campang Jaya, Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis 10 April 2025 petang.
Petang itu, jalan poros tersebut dì genangi air banjir bewarna cokelat keruh.
Arus banjir cukup deras meluncur dari bagian atas jalan.
Kendati demikian, arus lalulintas lancar, meski harus bergantian melintas.
Terekam dalam video yang beredar, arus lalulintas dari dua arah cukup lancar.
Terlihat pemotor berboncengan lolos menerobos banjir berarus deras.
Baca juga :
Tak lama berselang, pengendara sepeda motor bebek, mengenakan jas hujan biru ber helm merah, ikut keberuntungan.
Namun sayang, hanya beberapa meter lagi sampai ke daratan, sepeda motor tersebut justru mengarah ke arah kiri jalan.
Tidak butuh waktu lalu, byurr…. Sepeda motor berserta pengendaranya nyemplung ke dalam got atau parit yang tertutup banjir.
Baca juga :
Prakiraan Cuaca Sumsel, Dua Kabupaten Hujan Petir, 17 Kabupaten Hujan Ringan
Jalan Putus dì OKU Timur, Akses Masyarakat Terhambat
Pengendara Warga Lampung Selatan
Derasnya arus banjir dì badan jalan, membuat sepeda motor Honda Revo BE 4827 CK warna black nyemplung ke drainase bersama pengendaranya, Sandi.
Pria tua tersebut merupakan warga Serdang, Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
“Si bapak dari arah Tanjung Karang mau kesana (Tanjung Bintang), ” ujar Aol, warga di lokasi yang melihat kejadian itu.
Baca juga :
Banjir Muba Mulai Surut, Giliran Mobil Banyak yang Mogok
Bus Terguling di Tol Kayuagung, Puluhan Orang Terluka, Satu Wafat
Ia nekat menerobos banjir, karena ia menduga arus banjir tidak deras.
Apalagi, ia tidak sendirian, tapi ada pemotor lain yang menerobos air genangan.
“Warga sekitar membantunya keluar dari dalam siring, lalu dì bawa ke rumah sakit, ” sebutnya.
Jalur Rawan Banjir
Baca juga :
Midin warga lainnya menyebut, jalan Tirtayasa, Campang Jaya, Sukabumi, Bandar Lampung merupakan daerah rawan banjir.
Ketika hujan deras terjadi dalam durasi lama, jalan poros tersebut dì pastikan kebanjiran.
Meski ada drainase dì samping jalan.
“Drainase tak mampu menampung air, akhirnya meluap ke jalan, ” tandasnya. (13)












