Sumsel

Banjir Muba Mulai Surut, Giliran Mobil Banyak yang Mogok

×

Banjir Muba Mulai Surut, Giliran Mobil Banyak yang Mogok

Sebarkan artikel ini

Banjir Muba Mulai Surut, Giliran Mobil Banyak yang Mogok

Musi Banyuasin – Luapan air sungai yang menutup ruas jalan raya nasional Palembang – Jambi dì Kabupaten Musi Banyuasin, berangsur surut.

Selama dua hari, sejak meluapnya sungai Tungkal dan sungai pangkalan, jalan lintas timur (jalintim) dì Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya tertutup banjir.

Tidak hanya jalan nasional yang menghubungkan dua provinsi, kawasan pemukiman penduduk tiga desa juga terdampak.

 

Baca juga :

Sungai Tungkal Muba Meluber, Lalin di Jalintim Mampet

Pagi Cerah Berawan, Siang – Malam Hujan Meradang, Begini Prakiraan Cuaca Sumsel

 

Puluhan warga kalang kabut saat banjir terjadi. Debit banjir yang terus bertambah, membuat warga yang terdampak juga bertambah.

Banjir Muba membuat jalintim Palembang - Jambi terganggu.
Banjir Muba membuat jalintim Palembang – Jambi terganggu.

“Tadinya 30 KK sekarang jadi 60 KK yang di ungsikan, ” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman.

 

Baca juga :

Petani Karet dì OKU Lemes Tahu Harga Getah Segini

Kemacetan Arus Lalulintas Terurai

Pantauan Kamis 10 April 2025, tinggi permukaan air yang mengalami satu meter lebih, perlahan mulai susut, seiring debit air sungai menyusut.

Kondisi tersebut memberi kabar baik bagi jalan nasional. Di mana antrean kendaraan yang mencapai 30 KM, kini perlahan terurai.

“Banyak sudah (kendaraan) lewat, ” ujar Kepala Pos Lantas Simpang Tungkal Aiptu Tobing.

 

Baca juga :

Transaksi Narkoba Gagal, Satres Polres OKU Keburu Mencekal

Eks Wawako Palembang Terjerat Korupsi Bareng Suami, Nasdem Hanya Berikan Pendampingan

 

Namun, tak jarang Banyak kendaraan yang mendadak mati mesin dì lintasan.

Khususnya kendaraan yang rendah atau ceper dì banding.

“Banyak yang mati mesin, sebaiknya cari jalur alternatif, ” ungkapnya.

Banjir Terparah Sepanjang Sejarah

Baca juga :

Modus Antar Istri Berobat, Motor Pinjaman Malah Digadaikan

Banjir yang menerjang Desa Peninggalan Muba dì sebut terparah sepanjang sejarah di Kabupaten Muba.

“Empat puluh tahun lahir dan tinggal di sini, baru ini banjir separah ini, ” ujar Erpan warga setempat.

“Banjir ini benar – benar parah. Atap rumah hampir kena, jalan lintas dì buat lumpuh, luar biasa bencana kali ini, ” tambah Iskandur. (13)

 

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News