Api mengamuk sejak siang di Ogan Ilir!
OGAN ILIR – Kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui wilayah Ogan Ilir. Kali ini, kobaran api meluas hingga mencapai sekitar 10 hektare di area sekitar Tol Palembang-Indralaya atau yang dikenal sebagai Tol Palindra.
Peristiwa kebakaran ini sempat membuat panik warga sekitar, karena api terus merambat dengan cepat sejak siang hari. Lahan kering yang dipenuhi semak belukar menjadi “bahan bakar alami” yang membuat api sulit dihentikan.
Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.12 WIB di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara. Begitu menerima laporan, tim dari BPBD langsung bergerak ke lokasi dengan membawa perlengkapan pemadaman.
Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, menjelaskan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektare. Ia menyebut kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat menyebar ke berbagai titik.
BACA JUGA
Menang dì Pengadilan, Lahan Sengketa Diukur Ulang
Tanah di lokasi tersebut tergolong semi gambut, jenis tanah yang dikenal mudah terbakar dan menyimpan bara di bawah permukaan. Hal inilah yang membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang.
Tim gabungan pun dikerahkan untuk menjinakkan api. Personel dari Polri, TNI, BPBD, hingga Manggala Agni turun langsung ke lapangan, dibantu warga serta kelompok Masyarakat Peduli Api.
Kapolres Ogan Ilir, Bagus Suryo Wibowo, mengungkapkan bahwa cuaca panas dan minimnya hujan sebelumnya menjadi faktor utama yang memperparah kebakaran.
Rumput purun yang mengering mempercepat perambatan api, sehingga dalam waktu singkat lahan luas pun ikut terbakar.
Tim pemadam menggunakan mesin pompa air serta suplai dari tangki untuk memadamkan api yang terus membesar. Namun, upaya tersebut baru benar-benar membuahkan hasil setelah hujan deras mengguyur lokasi pada malam hari.
BACA JUGA
Skandal Kredit Bank di Sumsel Akhirnya Meledak! 5 Orang Dijebloskan ke Penjara
“Hujan sangat membantu proses pemadaman. Api akhirnya bisa dikendalikan sepenuhnya,” ujar Edi Rahmat.
Meski api sudah padam, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Pihak berwenang juga masih menelusuri siapa pemilik lahan yang terbakar.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah mulai menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
Masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena selain berbahaya, tindakan tersebut juga melanggar hukum.
Selain itu, patroli gabungan rutin dilakukan di wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipasi dini.
Kapolres menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta segera melapor jika menemukan titik api sekecil apa pun.
Dengan sinergi semua pihak, diharapkan bencana karhutla di Ogan Ilir dapat ditekan, terutama menjelang musim kemarau yang rawan kebakaran. ***












