DPR RI Soroti Lambannya Pembangunan SPPG
OKUSATU.id – Pembangunan Sentra Penyedia Pangan Gizi atau SPPG dì Indonesia dinilai lamban.
Padahal, SPPG satu-satunya sarana yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden RI Prabowo Subianto sejak awal masa pemerintahannya.
Lambannya progres pembangunan SPPG dì Indonesia mendapat sorotan tajam dari Komisi XI DPR RI Misbakhum.
Baca juga :
Ajakan Rujuk Ditolak, Istri Pindah Alam Dibantai Suami
Jumlah Hotspot di Sumsel Meroket, Begini BPBD Prediksi Dua Bulan Kedepan
Apalagi tahun 2025 sudah memasuki semester dua. Sementara capaian pembangunan SPPG masih di bawah 10 persen dari target.
“Baru 2.000 SPPG yang dibangun dari total 22.000 SPPG untuk mengakomodir 80 ribu penerima, ” ujarnya.
Kendati dirinya mengkritik lambanya progres pembangunan SPPG, namun dia mengapresiasi ide yang dijalan saat ini.
Bahwa MBG yang sudah dinikmati sebagian kecil peserta didik di Indonesia, adalah bentuk negara memperhatikan gizi anak bangsa.
Baca juga :
Oknum ASN Palembang Main Brutal, Atlet Futsal Asal OKU Dibikin Patah Kaki
Honorer Segera Diangkat, Pemda Dideadline 3 Bulan, Menpan RB : Tidak Boleh Rekrut Honorer
“Ini ide besar untuk mengatasi kekurangan gizi penerus bangsa, ” ungkapnya.
MBG, masih kata dia, sangat membantu masyarakat miskin. Karena menurut data, sekitar 15 juta keluarga tak mampu memberikan sarapan bergizi terhadap anak.
MBG Sekolah di Tengah Kota Belum Rata
Dì Kabupaten OKU, masih banyak pelajar yang belum menikmati makanan dari negara.
Kendati lembaga tempat mereka menimba ilmu, berada dì tengah kota, bukan di daerah pelosok.
Baca juga :
Oknum ASN Palembang Main Brutal, Atlet Futsal Asal OKU Dibikin Patah Kaki
Honorer Segera Diangkat, Pemda Dideadline 3 Bulan, Menpan RB : Tidak Boleh Rekrut Honorer
“Belum om, kalo idak dapat kami ini, karena banyak sekolah yang sudah dapat, tapi di tempatku belum, ” ujar Ang, salah satu siswi dì SMK Negeri.
Namun, informasi yang ia dapat, sekolahnya dikabarkan akan menerima jatah MBG pada semester pertama di tahun ajaran baru.
“Infonya nunggu SPPG, karena masih banyak kurang dapur, ” tandasnya. (13)












