Nasional

Ribuan Pelajar Keracunan Makanan MBG di Bandung Barat: Ayam Dibeli Sabtu, Baru Dimasak Rabu!

×

Ribuan Pelajar Keracunan Makanan MBG di Bandung Barat: Ayam Dibeli Sabtu, Baru Dimasak Rabu!

Sebarkan artikel ini
foto kompas

❗ MBG Bandung Barat Dikecam Usai Ribuan Pelajar Alami Keracunan Massal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat menuai kritik tajam setelah ribuan siswa mengalami keracunan makanan.

Insiden ini mengejutkan publik karena dugaan kelalaian serius dalam pengolahan bahan makanan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkapkan keheranannya saat mengetahui bahwa dapur MBG di Bandung Barat menggunakan ayam yang dibeli pada hari Sabtu, namun baru dimasak pada hari Rabu. Ia menyebut praktik ini sebagai hal yang “di luar nalar” dan berbahaya bagi kesehatan anak-anak sekolah.

Fakta Mengejutkan: Ayam Basi Disajikan dalam Program Makanan Gratis

Nanik menjelaskan bahwa pihak dapur MBG membeli ayam dalam jumlah besar—sekitar 350 ekor ayam—namun tidak segera mengolahnya.

Mereka menyimpannya di freezer selama empat hari sebelum memasaknya.

“Kalau hanya dua ekor di rumah, mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi ini 350 ayam. Freezer seperti apa yang mampu menyimpan sebanyak itu dengan aman?” ungkap Nanik di Gedung BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Pihak BGN menegaskan bahwa penggunaan bahan makanan yang tidak segar sangat membahayakan dan bertentangan dengan prinsip gizi dan sanitasi program MBG.

Korban Keracunan Makanan MBG Capai 1.333 Orang

Hingga Kamis, 25 September 2025, data dari Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat 1.333 korban keracunan makanan MBG, sebagian besar merupakan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

Berikut rincian klaster keracunan:

  • SPPG Cipari (Cipongkor): 393 siswa (kejadian 22–23 September)
  • Cihampelas: 192 siswa dari SMKN 1, MA Al Mukhtariyah, MTs Al Mukhtariyah, dan SDN 1 Cihampelas
  • Neglasari, Citalem, dan Cijambu (Cipongkor): 201 siswa
  • Kasus baru (25 September): 730 korban tambahan dari dapur berbeda, dengan menu MBG yang juga berbeda

Sebagian besar korban melaporkan gejala mual, pusing, hingga sesak napas usai menyantap makanan dari dapur MBG.

Apakah Program MBG Mengabaikan Standar Keamanan Pangan?

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, menyebutkan bahwa ratusan pelajar mengalami keracunan makanan MBG dalam waktu hampir bersamaan.

Ia menegaskan bahwa gejala yang muncul konsisten dan menunjukkan adanya kontaminasi makanan.

Kejadian ini memicu pertanyaan besar:

  • Apakah pengelola dapur MBG memahami standar keamanan pangan?
  • Apakah pemerintah daerah mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG secara berkala?

Pemerintah Diminta Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis

Kejadian keracunan MBG ini menyoroti lemahnya sistem pengawasan pada program makan gratis yang seharusnya menyehatkan, bukan mencelakakan.

BGN mengaku telah mengambil beberapa tindakan, meskipun tidak merinci langkah-langkah tersebut.

Namun, publik menuntut lebih dari sekadar pernyataan: mereka menginginkan investigasi menyeluruh, sanksi tegas, dan perbaikan menyeluruh dalam sistem distribusi dan pengolahan makanan. ***

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News