Khazanah Islam

Manfaat Sujud dan Jenisnya

×

Manfaat Sujud dan Jenisnya

Sebarkan artikel ini
Ust.Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd. Dosen Pendidikan Agama Islam UNBARA, Penyuluh Agama Islam dan Pengurus NU Kab. OKU

Manfaat Sujud dan Jenisnya

Persembahan Ust.Yasin

Makna dari gerakan sujud tidak hanya menyentuh sisi spiritual kita. Namun juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh.

Gerakan sujud dalam shalat dalam memperlancar sirkulasi darah serta memecah penyumbatan pembuluh darah, yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya jantung koroner.

Selain itu, saat sujud posisi kepala menjadi lebih rendah dari jantung, sehingga darah mengalir lebih cepat ke otak.

Otak menerima lebih banyak nutrisi. Hal ini memberikan efek baik pada memori, penglihatan, pendengaran, konsentrasi, jiwa, serta kemampuan kognitif lainnya.

Selain memperlancar sirkulasi darah, ketika sujud juga memaksa tubuh kita untuk menggerakkan seluruh anggota tubuh.

Seperti merelaksasi tulang belakang, merenggangkan sendi bahu, siku, lutut, pergelangan kaki dan pinggul.

Memperkuat otot leher, melancarkan pencernaan, juga memberikan pengaruh yang baik bagi postur tubuh.
Makna dari gerakan sujud dan gerakan shalat lainnya mampu menyehatkan mental dan membuat jiwa lebih damai.

Konsentrasi yang kita bangun untuk menjadi lebih dekat dengan Allah, secara tidak langsung mirip dengan fungsi meditasi yang hanya fokus pada satu titik.

Namun, perbedaannya, titik fokus yang kita tuju adalah kebesaran Allah. Sehingga, kita menjadi hamba yang merasa tenteram dan aman, karena Allah Maha Berkuasa, Maha Menolong, dan Maha Melindungi.

Selain banyak manfaat sujud juga merupakan salah satu rukun dalam shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Namun sujud juga tidak baik jika asal dikerjakan. Karena dalam sujud itu terdapat nilai-nilai kerohanian yang sangat dalam.

Dengan meletakkan kepala di bawah dan menempelkan kening dan hidung di atas tanah, dua lutut, dan telapak tangan serta ujung-ujung jarinya.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah saw:
اُمِرْتُ اَنْ اَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ اَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ، وَاَشَارَبِيَدِهِ عَلَى اَنْفِهِ، والْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَاَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ

Aku disuruh bersujud pada tujuh tulang pada kening seraya menunjuk dengan tangannya kepada hidungnya-, dua tangan, dua lutut dan ujung-ujung kaku.

Keterangan tentang posisi fisik di atas hendaknya tidak haya dilaksanakan tetapi juga diresapi. Karena sesungguhnya rambu-rambu itu mengandung hikmah yang bila dilaksanakan dapat membantu seorang lebih khusyu’ dan ihlash dalam shalat.

Jika demikian, wajar kalau Rasulullah saw kana menemani sahabatnya yang banyak bersujud

  عن ربيعة بن كعب الأسلمى رضى الله عنه قال كنت أبيت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيه بوضوئه وحاجته فقال سلنى فقلت  أسألك مرافقتك في الجنة. فقال : أوغير ذلك . قلت : هو ذاك . فقال أوغير ذلك . قلت : هو ذاك قال فأعني على نفسك بكثرة السجود

Dari Rabiah bin Ka’ab r.a, ia berkata: “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah SAW kemudian aku membawa kepadanya air untuk beliau berwudhu dan buang hajat, lalu beliau bersabda: “Mintalah dariku”, aku berkata: “Aku meminta menjadi pendampingmu di syurga”, ia bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Aku hanya meminta menjadi pendampingmu di syurga”, Rasulullah SAW bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Itu permintaanku”, ia bersabda: “Bantulah aku mewujudkan permintaanmu dengan banyak engkau bersujud (shalat)”. HR. Muslim

Secara fisik kondisi sujud memang menunjukkan sebuah penghambaan total. Bagaimana posisi itu begitu sangat rendahnya.

Namun dibalik kepasrahan dan kerendahan itu sesungguhnya Allah swt akan meninggikan derajatnya. Sebagaimana diterangkan

  عن ثوبات رضى الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول عليك بكثرة السجود لله فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة وحط عنك بها خطيئة قال معدان ثم لقيت أبا الدرداء فسألته فقال لي مثل ما قال لي ثوبان

Dari Tsauban r.a ia berkata: “Aku mendegar Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah bersujud sesungguhnya engkau tidak melakukan satu sujudpun karena Allah, melainkan Allah mengangkatkan engkau dengan sujud tersebut satu derajat dan Allah menghapuskan darimu satu kesalahan”. HR. Muslim

Dan yang paling hakiki dari sujud adalah merasakan kedekatan antara seorang hamba dan tuhannya. Pada saat sujud itu bisa dengan mudah seorang hamba menitikkan air mata, atau merasa intim dengan Allah swt.

Begitu yang diajarkan Rasulullah saw dalam haditsnya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ“أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ. فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ”
Artinya: dari Abi Hurairah Radhiyallahu’anhu, Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Paling dekatnya seorang hamba dengan tuhannya ialah ketika dia bersujud. Maka perbanyaklah berdoa”

Macam-macam sujud

Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah gabungan dari dua kata bahasa Arab yaitu sujud dan tilawah. Kondisi melakukan sujud tilawah yakni ketika setelah membaca atau mendengar bacaan dari ayat sadjah Al-Quran saat shalat ataupun tidak.

Sujud tilawah memiliki istilah lain yaitu sujud bacaan. Ayat sadjah yang dimaksud antara lain, Surat Al-A’raf, Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Isra’, Maryam, Al-Furqan, An-Naml, As-Sadjah, Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-Alaq, dan Al-Hajj.

Dalam Quran Surat Al-Isra’ ayat 107-109, Allah berfirman: Katakanlah, “Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata, ‘Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk’.” (Q.S. Al-Isra’: 107-109).

Lalu, dalam suatu riwayat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika anak Adam membaca ayat sajdah lantas sujud, maka menyingkirlah setan sambil menangis dan berkata, “Celakalah diriku, ia (Anak Adam) diperintahkan sujud dan ia patuh lalu sujud, maka baginyalah surga. Sedang aku sendiri diperintahkan untuk bersujud namun aku menolak, maka untukku neraka.” (HR. Muslim, dan Ibnu Majah dalam Nashbur Roayah Volume 2 halaman 178).

doa sujud tilawah:
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Latin: Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin.
Artinya: “Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah Allah sebaik-baiknya pencipta,” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi, dan Nsa’i)

Sujud Syahwi

Imam Syafii dalam Fiqih Manhaj menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang wajib melaksanakan sujud syahwi.
Meninggalkan sunnah ab’adh, seperti tasyahud awal dan qunut.

Ragu dalam jumlah rakaat. Saat dalam kondisi ini, maka ambillah rakaat yang paling sedikit, lalu menyempurkan sisanya. Kemudian lakukan sujud sahwi, karena ada kemungkinan rakaat sholatnya berlebih.

Melakukan larangan yang dapat membatalkan shalat jika dilakukan secara sengaja.

Contohnya lupa mengucapkan beberapa kata, atau menambah rakaat shalat. Jika teringat akan hal tersebut pada saat shalat, sunnah baginya melakukan sujud syahwi.

Melakukan rukun, sunnah ab’adh, atau membaca ayat tidak pada tempatnya. Contoh, membaca Al-Fatihah pada waktu duduk tasyahud, membaca qunut waktu rukuk, membaca surah yang disunahkan setelah Al-Fatihah waktu I’tidal.

Dalam melakukannya, tata cara sujud syahwi juga terbagi menjadi dua, yaitu  sebelum salam dan setelah salam.

Sujud syahwi sebelum salam dilakukan ketika meninggalkan beberapa gerakan shalat karena lupa, ragu dengan jumlah rakaat shalat yang telah dijalankan.

Sujud syahwi setelah salam dapat dilakukan ketika menambah rakaat karena lupa rakaat yang telah dijalankan ketika shalat, menambah gerakan shalat karena lupa.

Para ulama telah sepakat bahwa untuk melakukan sujud syahwi setelah maupun sebelum salam sifatnya adalah sebuah anjuran, karena lalai dalam gerakan maupun rakaat salat. Berikut bacaan doa sujud sahwi:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا
Latin: Subhana man laa yanaamu walaa yashu.
Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Sujud Syukur

Sujud syukur biasanya dilakukan ketika kita sedang mendapat kenikmatan dari Allah Swt. Sebagai bentuk rasa terima kasih kepadaNya atas kenikmatan yang datang.

Sujud syukur hukumnya sunnah. Jika melakukannya tentu mendapat pahala sebagai bentuk tanda mensyukuri nikmat Allah. Berikut doa Sujud Syukur:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Latin: Sajada wajhi lilladzi khalaqahu, wa shawwarahu, wa syaqqa sam’ahu, wa basharahu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin.
Artinya: “Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan memberi pendengaran dan penglihatan, Maha Berkah Allah sebaik-baiknya pencipta.”

Selain doa sujud syukur, kita juga bisa membaca doa lain seperti tasbih, tahmid, dan tahlil, serta membaca penggalan Q.S. An-Naml ayat 19.

Bacaan tasbih, tahmid, dan tahlil: Subhaanallahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahuakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil aliyyil azhiim.

Artinya : “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung.”

QS An-Naml ayat 19.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Latin: Fatabassama ḍāḥikam min qaulihā wa qāla rabbi auzi‘nī an asykura ni‘matakal-latī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn(a).

Artinya: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (*)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News