Pedagang Songong, Cekik Harga Gas 3 Kg Rp 40 ribu Pertabung
OKUSATU.id – Menjelang tutup tahun 2025, emak-emak dihadapkan dengan kenyataan yang tak mengenakkan. Pasalnya, para ibu rumah tangga ini, dibuat gusar dengan sulitnya ketersediaan gas 3 kg.
Kesulitan itu dirasakan sejak satu minggu belakangan. Alhasil, aktifitas harian di dapur sangat terganggu. Karena salah satu kebutuhan dapur tak terpenuhi.
Sulitnya mendapatkan gas melon subsidi, berimbas pada harga jual. Pangkalan gas melon hanya menampilkan harga, namun barang yang dicari tidak ada.
Mirisnya lagi, kalau pun ada gas 3 kg, harga yang ditawarkan tidak masuk akal dan terkesan mencekik kantong.
Baca juga :
Peringati Hari Ibu, Umat Budha Cuci Kaki Orangtua di Vihara
Piyu Bongkar Profesi Orangtua Personil Padi Reborn
Belum lagi penjual gas songong, karena cetus ketika pembeli coba menawar harga gas yang terbilang sangat tinggi.
“Ada gas, tapi harganya dikisaran Rp 35 ribu – Rp 40 ribu pertabung. Kalau ditawar, pedagangnya ketus banget, “ ujar Sirna, ibu rumah tangga di Lubuklinggau.
Wanita muda berusia 30 tahun ini, berharap pemerintah Kota Lubuklinggau mengambil langkah cepat. Karena, jika dibiarkan berlarut, masyarakat makin sulit, pedagang gas makin sotoy.
“Ini kebutuhan pokok, segera dinormalkan pak, “ harapnya.
Baca juga :
Siklon Bakung dan Siklon 93S “Tongkrongi” Samudera Hindia, BPBD OKU : Tetap Waspada
Pasang Alat Deteksi Ketinggian Air, BPBD OKU Bagikan User Name untuk Masyarakat
Kadin Perindustrian dan Perdagangan Lubuklinggau Medhionline Sapta menyebut, pihaknya akan memantau bersama kepolisia.
“Kami akan pantau setiap agen bersama Polres Lubuklinggau, “ katanya.
Ia akan mengecek ketersediaan gas 3 kg bersamaan dengan pengeceka stok dan harga sembako menjelang tutup tahun 2025.
“Kami juga minta ke Pertamina agar penyaluran gas 3 kg sesuai jadwal, agar tidak terjadi kelangkaan, “ tandasnya. (13)












