Pertamina

Kado Akhir Tahun Pertamina, 1.000 Anak Yatim dan Duafa Ikut Khitan Gratis

×

Kado Akhir Tahun Pertamina, 1.000 Anak Yatim dan Duafa Ikut Khitan Gratis

Sebarkan artikel ini

Sore di Prabumulih itu tak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Riska masih di atas motor, menunggu penumpang berikutnya. Hujan belum turun, tapi langit sudah kelabu.

Telepon genggamnya bergetar.

Sebuah pesan masuk.

Isinya singkat, tapi membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Pertamina membuka khitan gratis untuk anak yatim dan duafa.

Riska membaca ulang pesan itu, pelan-pelan. Seolah tak ingin salah paham.

Anak ketiganya, M. Attarfa Al Fatih, sudah tujuh tahun. Ia tahu, waktunya khitan tak bisa terus ditunda. Namun biaya selalu menjadi tembok tinggi yang sulit dilewati.

Riska adalah pengemudi ojek. Suaminya bekerja di bengkel kecil. Penghasilan mereka pas-pasan.

Malam itu, Riska dan suaminya berbincang lama. Tak ada keraguan.

Nama Attarfa didaftarkan ke Baituzzakah Pertamina (BAZMA) PT Pertamina EP Zona 4.

Pagi yang Penuh Degup Jantung

Tiga hari kemudian, mereka tiba di Gedung Patra Ria Prabumulih.

Di sana, puluhan anak lain sudah menunggu. Ada yang menggenggam tangan ibunya erat-erat. Ada yang menunduk, menyembunyikan gugupnya.

Attarfa berbeda.

Ia melangkah pelan, tapi pasti.

Saat namanya dipanggil, ia masuk ke ruang tindakan tanpa menoleh.

Tak ada tangis. Tak ada jerit.

Riska justru yang menahan napas.

“Anaknya enggak nangis sama sekali. Saya yang malah deg-degan,” ujar Riska, tertawa kecil, mencoba menenangkan diri.

Beberapa menit kemudian, Attarfa keluar. Wajahnya datar. Seolah tak terjadi apa-apa.

Riska menarik napas lega.

Lebih dari Sekadar Khitan Gratis

Hari itu, Attarfa tak hanya pulang dengan luka kecil yang akan segera sembuh.

Ia membawa bingkisan: sarung, peci, makanan, dan santunan. Semua biaya khitan ditanggung penuh oleh Pertamina.

Bagi Riska, bantuan itu bukan hanya soal uang.

Itu tentang rasa dipedulikan.

“Program ini sangat membantu kami. Semoga Pertamina terus diberkati dan makin banyak orang kecil seperti kami yang terbantu,” katanya lirih.

1.000 Kisah di Empat Kota

Attarfa hanyalah satu dari 1.000 anak yatim dan duafa yang mengikuti Khitan Ceria Pertamina 2025.

Program ini digelar di Balikpapan, Dumai, Plaju, dan Prabumulih sepanjang 20–28 Desember 2025, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-68 PT Pertamina (Persero).

Di Prabumulih saja, 150 anak mengikuti khitan gratis ini.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyebut kegiatan ini sebagai komitmen sosial perusahaan.

“Melalui BAZMA, kami ingin memastikan kehadiran Pertamina benar-benar dirasakan masyarakat, terutama anak-anak yatim dan duafa,” ujarnya.

Dibuat Ceria agar Tak Jadi Luka Ingatan

Khitan Ceria dirancang bukan sekadar sebagai tindakan medis.

Ia dibuat ramah, hangat, dan bersahabat.

Wakil Ketua BAZMA PEP Zona 4 Dody Azhar, diwakili dr. Zulfikar, menjelaskan alasan di balik konsep tersebut.

“Kami ingin anak-anak menjalani proses ini tanpa trauma, tanpa ketakutan. Yang mereka ingat adalah perhatian, bukan rasa sakit,” katanya.

Ketika Tahun Hampir Usai

Menjelang sore, satu per satu keluarga meninggalkan gedung.

Ada senyum. Ada lega. Ada rasa syukur yang tak selalu terucap.

Di penghujung tahun 2025, Pertamina tidak sekadar merayakan usia.

Ia meninggalkan jejak kecil di hati 1.000 anak—jejak tentang kepedulian, tentang hadirnya harapan di saat yang tepat.

Dan bagi Riska, sore itu akan selalu ia kenang.

Sebagai hari ketika beban terasa lebih ringan.

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News