RIBER :
- Hujan deras di OKU pada Rabu 7 Januari 2026 bukan dampak siklon Jenna
- BPBD OKU Ungkap tiga hari kedepan, Kabupaten OKU berpotensi hujan ringan sampai sedang
- Masyarakat tak perlu panik, tapi tetap waspada
OKUSATU.id – Hujan deras yang terjadi dì Kabupaten OKU pada Rabu 7 Januari 2026 hingga Kamis pagi 8 Januari 2026 dipastikan bukan dampak dari siklon tropis Jenna yang mengintai wilayah Indonesia beberapa hari lalu.
Hal ini diungkapkan Kalaksa BPBD OKU Januari Effendi melalui Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi, Kamis 8 Januari 2026 melalui sambung seluler, setelah berkoordinasi dengan BMKG.
“Hujan tadi malam bukan dampak siklon tropis Jenna, tapi beberapa faktor cuaca umum, ” ungkapnya kepada jurnalis okusatu.id.
Hujan yang berlangsung lebih dari 10 jam, kata dia, dipicu beberapa faktor. Antara lain : adanya daerah belokan angin dan daerah konvergensi (pertemuan angin) yang terpantau berada di wilayah Sumatra bagian Selatan.
Baca juga :
Nusa Jaya OKU Timur Terendam Banjir, Sekolah Libur, Akses Warga Terblokir
Listrik Padam, Hujan Semalaman, Budi Gak Bisa Bobok, PLN Baturaja Bongkar Alasannya
Selain itu, sambung Gunalfi, kelembapan udara yang cukup tinggi (berkisar antara 60 – 80%) mulai dari lapisan rendah hingga tinggi yang mengindikasikan wilayah OKU kondisi atmosfernya cukup basah.
Kondisi lapisan atmosfer ini menyebabkan pertumbuhan awan menjadi cukup signifikan.
Kondisi ini menyebabkan daerah Sumatra Selatan bagian Selatan terutama wilayah OKU mendapatkan pasokan massa udara yang signifikan sebagai pembentukan awan hujan.
“Dari faktor cuaca tersebut yang menyebabkan potensi hujan di wilayah OKU bisa berlangsung cukup lama, ” terangnya.
Baca juga :
Debit Air Sungai Ogan Bertambah, Asisten I Setda OKU Intruksikan BPBD OKU Cek Lokasi Rawan Banjir
Nah kondisi ini, sambung Gun, potensi cuaca di Kabupaten OKU masih hujan hingga tiga hari kedepan.
“Kategorinya hujan ringan sampai sedang, ” tuturnya.
Menindaklanjuti itu, BPBD Kabupaten OKU menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten OKU untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan potensi bencana hidro Meteorologi type basah yg disebabkan oleh cuaca ekstrem.
“Kami minta warga tetap waspada terhadap potensi hujan, dan terus memantau informasi cuaca melalui website BMKG atau melalui aplikasi infoBMKG, ” pesannya. (13)










