Jejak Terakhir di Tepi Sungai: Perempuan yang Hilang Dua Hari Ditemukan Tak Bernyawa di OKU Selatan
OKU Selatan – Suasana tenang Desa Tebat Layang mendadak berubah mencekam ketika jasad seorang perempuan ditemukan tergeletak di pinggir sungai, Senin sore (27/4/2026).
Perempuan berusia 48 tahun berinisial T itu ditemukan di area kebun warga, dalam posisi terlentang tanpa tanda kehidupan. Lokasinya tak jauh dari aliran sungai yang biasa dilalui warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Penemuan ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, korban sebelumnya dilaporkan menghilang dari rumah sejak dua hari terakhir.
Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian, menyisir kebun hingga tepian sungai. Harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat perlahan sirna ketika seorang warga yang baru pulang dari kebun justru menemukan jasadnya sekitar pukul 17.30 WIB.
BACA JUGA
Ngoceh Tak Karuan dì Siang Bolong, Petani dì OKU Kojor Dibac0k Golok
Informasi itu langsung diteruskan ke pihak kepolisian melalui layanan darurat. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Pulau Beringin tiba di lokasi bersama tim medis dan perangkat desa.
Proses olah tempat kejadian perkara pun dilakukan dengan cepat. Area sekitar langsung diamankan untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ditemukan luka, memar, ataupun jejak penganiayaan yang mencurigakan.
Korban saat ditemukan mengenakan pakaian serba hitam—kaos panjang dan celana cargo—yang kemudian diamankan sebagai bagian dari barang bukti.
BACA JUGA
Nyamar Jadi Polisi! Dua Bandit Aniaya Pelajar di Martapura, Satu Dibekuk Satu Buron
Keterangan dari pihak keluarga serta warga yang turut memandikan jenazah juga menguatkan dugaan awal. Mereka menyebut tubuh korban dalam kondisi utuh tanpa luka mencurigakan.
Meski demikian, penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan secara medis.
Pihak keluarga memilih untuk tidak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi, menganggap peristiwa ini sebagai musibah.
Polisi tetap melanjutkan proses penyelidikan dengan pendekatan profesional, sambil terus memantau situasi di lokasi kejadian.
BACA JUGA
Cari Data Masyarakat Miskin , BAZNAS OKU Gandeng BPS OKU
Respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian ini dinilai sangat membantu aparat dalam bergerak cepat di lapangan.
Hingga kini, kondisi di Desa Tebat Layang dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aparat menghormati keputusan keluarga, namun tetap menjalankan prosedur sesuai ketentuan hukum. (ant)












