Nasional

Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Terapkan Skema Khusus

×

Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Terapkan Skema Khusus

Sebarkan artikel ini
MBG di tahun 2026 akan dinikmati kembali oleh pelajar dan penerima manfaat lainnya pada minggu ini. Persisnya 8 Januari 2026 serentak di seluruh Indonesia.

JAKARTA – Bulan suci Ramadan tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program prioritas pemerintah tersebut tetap dilaksanakan, dengan penyesuaian mekanisme di daerah yang mayoritas warganya menjalankan ibadah puasa.

 

Penyesuaian dilakukan terutama pada pola konsumsi makanan. Jika pada hari biasa makanan disantap di sekolah, selama Ramadan paket MBG dibagikan untuk dibawa pulang.

 

Pembagian tetap dilakukan pada jam belajar, namun makanan baru dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

BACA JUGA Harga Karet Sumsel Naik, Tembus Rp15.000 per Kg

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, kebijakan ini bukan eksperimen baru. Model serupa telah diterapkan sebelumnya dan terbukti berjalan tanpa kendala berarti.

 

“Skemanya sama seperti Ramadan sebelumnya. Untuk wilayah yang mayoritas berpuasa, makanan dibagikan di sekolah, tetapi dibawa pulang dan dirancang aman hingga waktu berbuka,” kata Dadan usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1/2026).

 

Menurutnya, fokus utama pelaksanaan MBG selama Ramadan adalah memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga, meskipun terdapat jeda waktu cukup panjang antara proses distribusi dan konsumsi.

 

Menu Dirancang Tahan Lama dan Tetap Bergizi

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, BGN melakukan penyesuaian komposisi menu MBG. Makanan yang disediakan tetap termasuk kategori siap santap, namun dipilih dari bahan pangan yang tidak mudah rusak dan aman dikonsumsi setelah beberapa jam.

BACA JUGA Pemkab OKU Selatan Bangun Jalan Tembus ke OKU Timur

“Menu tetap siap santap, tetapi kami pastikan memiliki ketahanan yang memadai,” ujar Dadan.

 

Ia menjelaskan, selama Ramadan BGN lebih mengutamakan menu sederhana, praktis, dan bernilai gizi, sekaligus sesuai dengan kebiasaan berbuka puasa masyarakat. Aspek ketahanan makanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses penyusunan menu.

 

Sejumlah bahan pangan yang digunakan antara lain kurma, telur rebus, aneka buah, abon, serta kudapan tradisional yang dapat bertahan lebih lama tanpa mengurangi keamanan konsumsi.

 

“Misalnya kurma, telur rebus, buah, abon, sampai kue-kue lokal yang tidak cepat basi,” jelasnya.

 

BACA JUGA Jalan Baru di OKU Selatan Diresmikan Gubernur Sumsel, Abusama Ungkap Dampaknya

Sementara itu, untuk daerah yang tidak menjalankan puasa Ramadan secara mayoritas, program MBG tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan baik dari sisi waktu pembagian maupun pola makan di sekolah.

 

“Untuk wilayah nonpuasa, pelayanannya tetap normal,” tegas Dadan.

 

Dengan skema adaptif ini, Badan Gizi Nasional berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap memberikan dampak positif selama Ramadan, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah serta tetap menjaga pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News