Nasional

Bikin Heboh! Belum Ditetapkan Pemerintah, Ponpes Al Falah Ploso Umumkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret

×

Bikin Heboh! Belum Ditetapkan Pemerintah, Ponpes Al Falah Ploso Umumkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret

Sebarkan artikel ini

Bikin Heboh! Belum Ditetapkan Pemerintah, Ponpes Al Falah Ploso Umumkan Lebaran 2026 Jatuh 20 Maret

KEDIRI – Pondok Pesantren Al Falah Ploso yang berada di Mojo, Kediri, Jawa Timur, resmi mengumumkan penetapan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.

Pesantren yang dikenal sebagai salah satu basis kuat Nahdlatul Ulama (NU) itu memutuskan Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan tersebut disampaikan melalui siaran resmi di kanal YouTube pesantren. Penetapan ini merupakan hasil kajian Lajnah Falakiyah internal yang melakukan perhitungan astronomi secara mendalam menggunakan metode hisab.

Dalam penjelasannya, tim falakiyah mengungkapkan bahwa momen ijtimak atau konjungsi terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, sekitar pukul 07.17 WIB.

Momen ini menjadi penanda penting dalam menentukan pergantian bulan dalam kalender Hijriah.

Saat matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal diketahui sudah berada di atas ufuk.

Tinggi bulan sabit muda tersebut tercatat mencapai 5 derajat 12 menit. Dengan kondisi hilal yang sudah terlihat secara hitungan, malam itu dinyatakan telah masuk tanggal 1 Syawal.

Artinya, keesokan harinya yakni Jumat, 20 Maret 2026, ditetapkan sebagai Hari Raya Idulfitri.

Potensi Perbedaan Lebaran Masih Terbuka

Penetapan yang dilakukan Ponpes Al Falah Ploso ini menambah daftar pihak yang menetapkan Lebaran lebih awal. Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada tanggal yang sama, yakni Jumat, 20 Maret 2026.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam menentukan awal bulan.

Namun di sisi lain, pemerintah Indonesia masih membuka kemungkinan perbedaan hari raya. Hal ini karena penetapan resmi akan mengacu pada kriteria MABIMS yang digunakan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Dalam kriteria terbaru, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan perkiraan dari BRIN dan BMKG, meskipun tinggi hilal pada 19 Maret 2026 diprediksi sudah melampaui 3 derajat di beberapa wilayah, nilai elongasinya kemungkinan belum mencapai batas minimal yang ditentukan.

Kondisi ini membuka peluang perbedaan penetapan Idulfitri, di mana pemerintah berpotensi menetapkan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ikhbar Pesantren Jadi Rujukan Santri dan Alumni

Pengumuman atau ikhbar dari Ponpes Al Falah Ploso biasanya memiliki pengaruh besar, terutama bagi kalangan santri, alumni, dan masyarakat yang memiliki kedekatan dengan tradisi pesantren.

Dengan jaringan alumni yang tersebar luas di berbagai daerah, keputusan pesantren ini kerap menjadi pedoman dalam menentukan awal dan akhir ibadah Ramadan.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan akan menggelar sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang tersebut akan menjadi penentu resmi kapan Idulfitri dirayakan secara nasional di Indonesia. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News