Akhir Ramadhan dan Semangat Menjaga Persatuan
Persembahan Ustadz Yasin
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أنْ هَدَانَا اللهُ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أمَّا بعدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي أوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَمُوتُنَّ إلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ عَزَّ مَنْ القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.
Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,
Mengawali khutbah ahir romadlon pada tanggal 20 maret 2026 ini Pertama, marilah kita panjatkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala atas limpahan rahmat, kesehatan, dan kesempatan dari-Nya, kita masih dapat berkumpul di rumah Allah yang mulia ini untuk menunaikan kewajiban shalat Jum’at dengan penuh khidmat dan kekhusyu’an.
Mudah-mudahan langkah kita menuju masjid ini dicatat sebagai amal kebaikan, dosa-dosa kita diampuni, dan hati kita semua diliputi oleh cahaya iman serta ketenangan yang datang dari Allah Subahanahu wa Ta’ala.
Kita sadar saat ini kita berada di penghujung bulan Ramadhan, bulan yang sangat agung dan penuh keberkahan.
Bulan yang oleh Rasulullah ﷺ disebut sebagai bulan penuh rahmat, bulan berlimpah ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka.
Di bulan inilah pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya sehingga kita dapat merasakan beribadah dengan lebih ringan dan leluasa, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat sehingga kita mudah menjauhkan diri dari kemaksiatan, dan setan-setan dibelenggu sehingga kita tidak mudah tergoda melakukan perbuatan dosa.
Setiap detik di bulan ini adalah kesempatan emas bagi seorang hamba untuk memperbaiki dirinya, mendekatkan diri kepada Allah, serta membersihkan hati dari segala dosa dan kelalaian.
Ramadlan sejatinya bukan hanya sebuah ritual tahunan yang kita jalani setiap tahun. Ramadlan bukan hanya madrasah jasad yang membatasi kita dalam makan dan minum, akan tetapi juga madrasah ruhani, sebuah sekolah spiritual yang melatih jiwa kita untuk menjadi hamba yang lebih sabar, lebih ikhlas, lebih disiplin, dan lebih bertakwa kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahikumullah,
Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾ البقرة: 183
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.”
Dalam ayat ini Allah menegaskan kepada kita bahwa tujuan utama dari ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Lebih dari itu, puasa adalah melatih pengendalian diri, latihan menahan hawa nafsu, latihan menjaga lisan, menjaga pandangan, serta menjaga hati dari segala sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala.
Hadirin jama’ah Jumat yang berbahagia,
Kita berada di penghujung bulan mulia, sebentar lagi bulan Ramadlan akan meninggalkan kita.
Pertanyaan yang patut kita renungkan bersama adalah:
Apakah dengan Ramadlan kita telah benar-benar mengubah diri kita menjadi lebih baik?
Apakah setelah sebulan kita memperbanyak ibadah, baik shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan amarah, semua kebiasaan baik itu akan bisa kita pertahankan?
Sesungguhnya Ramadlan bukanlah garis akhir perjalanan ibadah kita. Akhir Ramadlan adalah momentum titik awal perubahan, awal dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih taat kepada Allah dalam bulan-bulan setelahnya sepanjang tahun.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ” >رواه مسلم
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.”
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa semangat Ramadlan tidak boleh berhenti begitu saja ketika Ramadlan berakhir.
Justru setelah Ramadlan, kita diajak untuk melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita bangun selama bulan yang mulia ini.
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Selama Ramadlan kita dilatih untuk bangun sebelum waktu shubuh untuk makan sahur, juga menghidupkan malam-malamnya dengan melaksanakan shalat tarawih dan tahajud.
Kita juga membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari, bahkan sebagian dari kita mampu mengkhatamkannya sampai beberapa kali.
Kita berlatih dan belajar menjadi lebih sabar, lebih bisa menahan diri, dan lebih ringan tangan untuk bersedekah dan membantu kepada sesama.
Maka, marilah kita jaga kebiasaan-kebiasaan baik itu terus bisa kita lakukan setelah Ramadlan.
Mari kita jaga shalat dengan berjama’ah di masjid, teruslah membaca Al-Qur’an walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, biasakan bersedekah walau hanya sedikit, serta jagalah lisan kita dari perkataan yang menyakiti orang lain.
Jika semangat Ramadlan dapat kita jaga sepanjang tahun, maka tujuan ramadlan yang menjadikan diri dan kehidupan kita akan dipenuhi dengan keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan yang sejati akan bisa tercapai.
Jama’ah Shalat Jum’at Rahikumullah,
Demikian khutbah jum’at yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi bahan renungan dan pedoman kita dalam menjalankan akhir ramadlan dengan lebih baik serta menguatkan niat kita agar semangat dan latihan kita selama bulan ini terus menyala sepanjang tahun.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرْ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلبَشَرْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بْنَظَرٍ وَوَعَتْ أُذُنٌ بِخَبَرٍ. أمَّا بعد، فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُتَقَاءِ شَهْرِ رَمَضَانَ، وَوَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ فِي سَائِرِ اْلأَزْمَانِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَاعْلَمُوا أنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ قَدْ أَوْشَكَ عَلَى اْلاِنْتِهَاءِ، فَاجْعَلُوا أَعْمَالَهُ زَادًا لَكُمْ فِي بَقِيَّةِ اْلعَامِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ﴾ (الحَجْرُ: ٩٩)، فَلَا تَنْقَطِعُوا عَنِ اْلعِبَادَةِ بَعْدَ رَمَضَانَ، فَإِنَّ رَبَّ رَمَضَانَ هُوَ رَبُّ الشُّهُوْرِ كُلِّهَا. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Baca juga :


