Harga Getah Mahal, Produksi Anjlok, Pusing Gak Tuh Petani
OKUSATU.id – Petani karet mengeluh hasil perkebunannya. Pasalnya sejak beberapa waktu belakangan, cuaca sangat tidak bersahabat.
Cuaca panas seharian, kemudian ditimpa hujan deras pada sore hingga malam, berimbas pada hasil produksi getah karet yang menyusut.
Kondisi tersebut dikeluhkan Wanto, petani getah karet asal Batumarta Unit XI Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU.
Pria berusia 43 tahun itu menyebut, hasil getah yang disadap dari kebun karet seluas 3/4 ha miliknya, tak sesuai ekspektasi.
Baca juga :
Bupati OKU Jemput Bola ke Kemensos, Mensos : Bupatinya Hebat Ngotot Bikin Sekolah Rakyat Permanen
Sementara, harga jual getah karet belakangan naik cukup tinggi dari beberapa waktu sebelumnya.
“Harga getah naik, tapi produksi getah melorot, karena cuaca tak menentu, ” ungkapnya.
Dikatakannya, harga getah saat ini terbagi dalam tiga periode penimbangan. Getah yang ditimbang satu Minggu sekali dihargai Rp 15.500 per kg, harga tersebut naik dari harga sebelumnya Rp 9 ribu per kg.
Kemudian harga getah yang ditimbang per dua Minggu dihargai Rp
17 ribu per kg naik dari harga sebelumnya Rp 10.500 per kg.
Sedangkan harga getah yang ditimbang bulanan meroket. Getah dihargai Rp 18.500 per kg naik dari harga sebelumnya Rp 12 ribu per kg.
Baca juga :
Seleksi Terbuka Sekda OKU Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
Kendati harga naik, petani justru kelimpungan karena produksi getah melorot dìhajar cuaca yang tak menentu.
“Kalau cuaca normal hasil getah 65 kg per Minggu, sedangkan ketika cuaca tak bersahabat hanya sampai 45 kg, ” keluhnya.
Kondisi tersebut membuatnya bingung. Karena di satu sisi harga kebutuhan seperti sembako, kian hari makin mencekik.
“Ini yang membuat petani menderita. Harga jual mahal, tapi produksi getah menyusut, ” tandasnya. (Sela/magang)












