HeadlineHukum & Kriminal

Otak Bapak Konslet gegara Pergoki Putrinya Berhubungan Intim, Tapi Minta Jatah Juga

×

Otak Bapak Konslet gegara Pergoki Putrinya Berhubungan Intim, Tapi Minta Jatah Juga

Sebarkan artikel ini
BH, ayah bejat yang tunggangi anaknya hingga melahirkan.
BH, ayah bejat yang tunggangi anaknya hingga melahirkan.

Pergoki Putrinya Berhubungan Intim, Bapak Marah Tapi Minta Jatah Juga

OKUSATU.id – Motif ayah, BH (41) melakukan perzinahan dengan putri kandungnya akhirnya terbongkar. Kasus tersebut menghebohkan warga Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo, Musi Rawas Utara, lantaran perbuatan tersebut disanyelir bakal membuat kampung jadi kotor.

Terlebih akibat perbuatan asusila hubungan sedarah itu, putri kandungnya WA (20) yang jadi korbanya, harus menanggung malu. WA melahirkan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Rupit.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Karang Dapo Iptu Khoirul Hambali menjelaskan, perbuatan bejat yang dilakukan BH sudah dilakukannya sejak Juli 2025.

Baca juga :

Anak Kandung “Disodok” hingga Melahirkan, Warga Kepung Rumah Tersangka

Modus Pinjam Palu, Kakek 65 Tahun Genjot IRT di Dapur, Korban Dicekek Agar Diam

Hal itu dipicu BH memergoki WA sedang berhubungan intim dengan pacarnya. Kontan saja BH marah, karena tak pantas perbuatan tersebut dilakukan di luar nikah.

Namun alih-alih marah dengan putri kandungnya, BH justru membuat akalnya mati. Ia meminta jatah dengan darah dagingnya sendiri. Bukan sekali, tapi berkali-kali sampai korban bunting dan melahirkan.

“Pelaku tahu korban pernah berhubungan badan, dan akhirnya pelaku juga minta jatah dengan anaknya sendiri, “ ujarnya.

Permintaan jatah khusus itu, kerap diajukan setiap pelaku marah terhadap korban. Akhirnya, korban tak kuasa untuk menolak, apalagi pelaku mengancam akan diadukan ke ibunya.

Baca juga :

Nekat Bolos Sekolah, Siswi 16 Tahun Digenjot 3 Pria di Banding Agung

Kakek Sange’ di OKU Selatan Cabuli Cucu Kandung Usia 9 Tahun

“Korban dipaksa karena diancam akan diadukan ke ibunya, ini membuat korban jadi takut, “ tuturnya.

Akibat perbuatan bejat itu, WA melahirkan bayi pada Selasa 21 April 2026. Rabu, 22 April 2026 korban pulang usai bersalin sembari membawa bayi.

Namun kepada para tetangga, korban tidak mau mengungkap siapa pemilik bayi tersebut. Hal ini membuat warga curiga dan melapor ke polisi.

“Di rumah sakit, korban melahirkan menggunakan nama ibunya (istri pelaku). Bahkan saat lahiran, ibu korban tidak tahu,” ungkapnya.

Saat ini pelaku sedang ditangani Unit PPA Polres Muratara untuk penyelidikan. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News