OKU RAYA

Waspada Kemarau Ekstrem! Herman Deru Minta Desa di OKU Siaga

×

Waspada Kemarau Ekstrem! Herman Deru Minta Desa di OKU Siaga

Sebarkan artikel ini
Herman Deru minta OKU dan desa di Sumsel siaga karhutla
Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan desa dan wilayah OKU untuk siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

OKUSATU.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Sumatera Selatan. Gubernur Herman Deru langsung angkat suara dan meminta daerah, terutama desa-desa hingga wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Peralihan musim dari La Nina menuju El Nino diperkirakan akan memicu kemarau yang lebih kering, sehingga meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah.

Dalam keterangannya di Palembang, Herman Deru mengungkapkan bahwa Sumatera Selatan memiliki sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut. Lahan jenis ini dikenal sangat mudah terbakar ketika musim kemarau tiba, sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

Karena itu, strategi penanganan karhutla tahun ini diarahkan pada langkah pencegahan. Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih efektif dibandingkan harus memadamkan api yang sudah membesar dan sulit dikendalikan.

BACA JUGA

Nyamar Jadi Polisi! Dua Bandit Aniaya Pelajar di Martapura, Satu Dibekuk Satu Buron

“Semua kekuatan di desa harus digerakkan, termasuk relawan. Pencegahan itu jauh lebih murah dan lebih mudah,” tegasnya.

Relawan yang sebelumnya sudah terbentuk pun diminta kembali aktif. Mereka diharapkan dapat melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang telah masuk dalam peta rawan kebakaran.

Tak hanya OKU, sejumlah daerah lain juga menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Wilayah-wilayah dengan hamparan lahan gambut luas masuk dalam kategori rawan tinggi.

Daerah yang dipantau ketat antara lain Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, serta Ogan Komering Ulu Timur.

Herman Deru juga mengingatkan bahwa pemerintah sebenarnya sudah memiliki peta potensi kebakaran yang cukup akurat. Karena itu, seluruh jajaran diminta bekerja lebih teliti agar kebakaran tidak terus berulang di titik yang sama.

“Kalau kejadian terus berulang, berarti kita yang kurang cermat. Padahal peta potensi sudah ada,” ujarnya.

Pesannya jelas: jangan tunggu api muncul baru bertindak. Desa harus siaga, relawan harus bergerak, dan semua pihak harus ikut menjaga agar bencana karhutla tidak kembali meluas di Sumatera Selatan. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News