Khutbah Jumat

Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai

×

Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai

Sebarkan artikel ini
Ust. Ahmad Yasin

Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai

 

Persembahan Ustadz Yasin

Pengurus NU dan IPARI Kab.OKU

 

Khutbah I

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

 

Mari kita awali khutbah Jumat satu mei 2026 ini dengan kalimat syukur al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah swt berikan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang senantiasa meneladaninya.

 

Sama halnya Rasulullah selalu menyampaikan pesan takwa dalam setiap khutbahnya, maka sebagai bentuk meneladani sunnahnya, perkenankan kami untuk menyampaikan wasiat takwa kepada diri kami sendiri dan kepada jamaah sekalian.

 

Marilah kita terus berusaha menjadi pribadi yang bertakwa. Karena dengan takwa, langkah kita akan terarah dan hidup kita penuh berkah.

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

 

Saat ini kita berada di salah satu bulan yang sangat dimuliakan, yaitu bulan Dzulqadah, yang merupakan salah satu dari bulan-bulan haram (asyhurul hurum).

 

Istilah asyhurul hurum dalam Islam Merujuk pada empat bulan mulia yang telah ditetapkan dalam Islam, yaitu Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

 

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

 

Artinya, “ sebenarnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

 

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu .” (QS At-Taubah [9]: 36).

 

Salah satu kemuliaan yang Allah berikan kepada kita semua di bulan Dzulqadah dan tiga bulan haram lainnya adalah bahwa kemaksiatan yang dilakukan di bulan ini menyerapnya lebih berat, dan ketaatan yang dikerjakan di dalamnya memiliki nilai pahala lebih berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab Tafsir Mafatihul Ghaib, jilid XVI, halaman 41, yaitu:

 

وَمَعْنَى الْحُرُمِ: أَنَّ الْمَعْصِيَةَ فِيْهَا أَشَدُّ عِقَاباً،

Artinya, “ Dan makna al-hurum adalah bahwa maksiat pada bulan-bulan tersebut lebih berat siksanya, dan ketaatan pada bulan-bulan tersebut lebih banyak pahalanya .”

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

 

Namun, yang jarang kita ketahui adalah bahwa kemuliaan Dzulqadah tidak hanya sebatas penjualan dosa dan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga ditetapkan sebagai bulan damai dan aman.

 

Sehingga segala bentuk tindakan yang memicu pertikaian, permusuhan, dan peperangan sangat dilarang dalam Islam. Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman:

 

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

Artinya, “ Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berbunyi pada bulan haram. Mengatakan, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar .” (QS. Al-Baqarah, [2]: 217).

 

Perlu kita pahami bersama bahwa ketentuan tentang bulan-bulan haram ini pada mulanya hadir dalam konteks masyarakat terdahulu yang masih hidup dalam sistem kesukuan.

 

Pada zaman sekarang, kehidupan manusia telah diatur dalam sistem negara dan hubungan internasional yang memiliki aturan dan kesepakatan tersendiri terkait peperangan dan perdamaian.

 

Namun demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam syariat ini tetap relevan sepanjang zaman, yaitu perintah untuk menjaga diri, menjauhi permusuhan, dan mengedepankan kedamaian.

 

Maka hikmah yang dapat kita ambil adalah bahwa Islam mendorong umatnya untuk menjadi pembawa kedamaian, bukan sumber pertikaian, kapan pun dan di mana pun kita berada.

 

Oleh karena itu, segala perbuatan yang dapat memicu pertikaian, seperti berkata kasar, menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah dan berita yang belum jelas kebenarannya, mudah terpancing emosi, saling menghina dan mengomel, hingga memperlebar perbedaan di tengah masyarakat, wajib kita hindari dan jauhi demi menjaga perdamaian serta persatuan umat.

 

Sebab, muslim sejati adalah mereka yang berhasil menjaga tangan dan lisannya untuk tidak menyakiti orang lain, sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat, Rasulullah saw bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya, “ Orang Muslim adalah orang yang sesama Muslim selamat dari gangguan lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah .” (HR.Bukhari).

 

Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Dzulqadah ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, tidak hanya dalam hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dalam hubungan kita dengan sesama manusia.

 

Tahanlah lisan dari ucapan yang menyakitkan, kendalikan emosi dari amarah yang berlebihan, serta jagalah sikap dari segala hal yang dapat merusak persaudaraan. Karena sejatinya, menjaga perdamaian dan persatuan adalah bagian dari takwa.

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

 

Demikianlah khutbah Jumat pada siang hari yang penuh berkah ini. Semoga apa yang telah disampaikan dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa mulianya bulan Dzulqadah sebagai bulan perdamaian.

 

Mari kita jadikan bulan ini sebagai titik tolak untuk meninggalkan segala bentuk permusuhan, pertikaian, dan kebencian, serta memulai hidup yang lebih damai, penuh toleransi, dan saling menghormati.

 

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Amin ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ

وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً

وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْ

كُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga :

MBG Bikin Siswa Lebih Fokus? Antara Dampak Nyata dan Tantangan di Lapangan

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News