BATURAJA – Jalan poros di perlintasan kereta api kawasan Pasar Tempel Kelurahan Saung Naga Kecamatan Baturaja barat jadi buah bibir masyarakat.
Pasalnya, hingga saat ini jalan tersebut belum ada solusi terkait aktifitas kendaraan, yang kerap antre memanjang, khususnya ketika kereta api melintas di dua jalur.
Sementara, belakangan antrean kendaraan semakin panjang. Sebut saja kendaraan yang menunggu kereta api melintas bisa sampai ke perempatan jembatan ogan IV, dan kendaraan dari arah Baturaja Barat, antre hingga ke pertigaan MTSn 1 Tanjung Agung.
“Sudah lama kondisi ini, tapi belum ada solusinya, “ ujar Anwar.
Penarik ojek ini menyebut, masalah tersebut sudah lama, namun belum ada jalan keluar. Sementara lalulintas kendaraan terus terganggu, ketika kereta lewat. Ia menyebut, kondisi antrean kendaraan sangat parah pada pagi hari dan sore hari.
BACA JUGA
Jagung Tiba-Tiba Mahal! Petani di OKU Selatan Langsung Sumringah, Tapi Kenapa Ada Petani Jual Murah?
Pemerintah Siapkan Regulasi PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu
Pagi hari, kata dia terjadi antara pukulo 06.30 wib hingga 07.30 wib. Sementara sore hari, antrean terjadi mulai pukul 17.00 wib.
“Pagi yang paling panjang antrean kendaraan, “ tuturnya.
Warga Desa Sukamaju Kecamatan Baturaja barat ini menceritakan, di era 80-90an, lalulintas kendaraan tidak terganggu, kendati kereta api melintas.
Di tahun itu, jelas dia, kendaraan seperti mobil, becak dan pejalan kaki melintas di bawah rel kereta api di seberang Rumah Makan SS Kelurahan Saung Naga.
“Jalan lama itu tidak ada lagi. Di depan jalan juga sudah didirikan bangunan, “ tuturnya.
BACA JUGA
Siap Mantel, Hari Ini Hujan di 15 Wilayah dì Sumsel, Konon dari Pagi Loh…..
BPBD OKU Ingatkan Potensi Hujan 3 Hari ke Depan
Ia menyarankan, agar pemerintah membangun jalan layang seperti jembatan layang di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Baturaja timur.
“Mungkin kalau bikin jalan di bawah rel sudah tidak bisa, tapi kalau bikin jalan layang, kalau masih bisa, “ sarannya.
Senada disampaikan Marsa. Ibu beranak dua ini mengaku kerap dibuat kesal, ketika buru-buru tapi justru dijegal antrean kendaraan di perlintasan kereta api.
Padahal, ia sempat menduga jika melintas di jam tersebut, tidak akan bertemu dengan antrean kendaraan, terlebih lagi ia sempat mengetahui, kalau kereta sudah melintas.
BACA JUGA
Saat Banyak Orang Masih Menunggu Jodoh, Marfina Sudah 15 Kali Menikah—Kisahnya Bikin Publik Melongo
“Tapi ketika sudah berada jalan mengarah perlintasan, tiba-tiba palang perlintasa ditutup. Kereta mau lewat, ah kesal nian, “ gerutunya.
Kekesalannya pernah ia sampaikan ke petugas penjaga pintu perlintasan, namun petugas hanya menjawabnya secara formalitas.
“Ayolah, buatlah solusinya apa, “ tandasnya. (ofa)






