Pendaftaran PPPK Guru Dibuat Kesal, Begini Pemicunya
OKU SATU – Sejumlah Pendaftar calon pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten OKU mengeluh. Khususnya saat pendaftaran online pada formasi Pendidikan.
Putri, salah seorang pendaftar mengatakan, sepinya pendaftaran seperti di beritakan media okusatu.id sebelumnya, karena ada guru yang sudah masuk prioritas P3K, tidak bisa verval ijazah hingga saat ini (25/9).
“Sivil Kami tidak terdaftar di internet, sedangkan mau mendaftar harus verval ijazah dulu, ” ujarnya.
BACA JUGA Tegas! Bupati Ultimatum Seluruh Kades di OKU
BACA JUGA Tak Kunjung Cair, Sejumlah Kades Pertanyakan Sisa Alokasi Dana Desa
Verval ijazah untuk guru Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yakni pengecekan data ijazah dari Dinas Pendidikan OKU dan pemadanan data ijazah Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Artinya terdaftar atau tidak ijazah seseorang pada PDDikti sivil ,” Jelasnya
Kemudian, jika seseorang mau daftar PPPK harus masukkan NIK. Jika ijazah tidak terdaftar pada PDDikti Sivil dan Dinas pendidikan, maka di pastikan tidak bisa lanjut daftar pada bagian formasi.
“NIK tidak terdaftar pada data Kemdikbud pendidikan, tidak bisa bisa lanjut tes, ” keluhnya.
BACA JUGA Pendaftaran Calon PPPK OKU Masih Sepi, Mungkinkah Minim Peminat ?
Silvi, pendaftaran lainnya juga mengatakan hal yang sama. Saat dirinya sudah membuat akun pada SSCASN, tidak bisa melanjutkan ke bagian formasi.
“Saat memilih bagian jenis pendaftaran PPPK guru, keluar pemberitahuan data NIK anda tidak di temukan dalam basis data kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan teknologi berdasarkan no NIK, ” sesalnya.
Saat di singgung apakah Ijazah pendaftar yang tidak terdaftar adalah ilegal? Silvi membantah. Karena NIK terdaftar pada data pokok pendidik atau Dapodik sekolah.
BACA JUGA HP Diràmpàs, Leher Dicèkik, Tubuh Dibànting, Remaja Putri Ditingkik Bareng-bareng
Data tersebut, langsung di tarik Kemdikbud dari sekolah melalui Dapodik dan jika seseorang tidak masuk pada dapodik sekolah, tidak terdaftar pada kemendikbud.
“Itulah kami gak paham,Di mana letak permasalahannya, ” tutupnya (Wen)












