Pasar Kalangan Lubuk Leban Nyaris Hilang
Sosoh Buay Rayap – Pasar kalangan di Desa Lubuk Leban sudah lama beroperasi. Persisnya dimulai tahun 2021. Kehadiran pasar tumpah tersebut, disambut hangat warga desa maupun sekitar desa.
Alasannya sangat sederhana. Keberadaan pasar tersebut, membuat warga desa tidak perlu jauh-jauh memenuhi kebutuhan dapur ke pasar atas. Sebab koleksi barang dagangan di pasar tumpah itu sangat lengkap.
Namun, paceklik yang terjadi imbas kemarau cukup panjang di tahun ini, membuat aktifitas perdagangan di pasar tumpah lemah.
Pedagang yang awalnya berjumlah 70 pedagang, raib dan menyisakan sekitar 10 pedagang yang masih bertahan di lokasi tersebut.
BACA JUGA Kecewa! Tidak Semua Warga OKU Selatan Terima Bantuan Beras
BACA JUGA Waspada Jalan Penghubung di Pulau Beringin Horor
“Sejak paceklik akibat kemarau, jumlah pedagang mulai menurun. Satu persatu mulai pindah ke kalangan lain, ” ujar M Salim pemilik lahan pasar tumpah.
Untuk diketahui, pasar tumpah Desa Lubuk Leban beroperasi di lahan pekarangan rumah M Salim. Lahan tersebut cukup luas, dan selama ini tidak berfungsi maksimal.
Sehingga dirinya berinisiatif, agar lahan tersebut dimanfaatkan untuk aktifitas perdagangan. Selain itu, rasa iba karena warga harus ke pasar atas, menjadi dasar lainnya Ia membuka pasar di desa itu.
Niat tersebut Ia realisasikan. Dibantu putranya, Ariantomi sebagai penghubung relasi antar pedagang, jadilah puluhan pedagang kalangan memadati halaman rumah.
BACA JUGA Siswa Perekam Aksi Perampokan Raih Penghargaan
Pasar tersebut beroperasi satu minggu sekali. Yakni hanya di hari Selasa, sejak pagi buta. Namun dengan kondisi ekonomi saat ini, ia tidak bisa berbuat banyak.
“Kita hanya bisa pasrah. Namun, uang retribusi sudah dibebaskan, tergantung pemberian pedagang, ” ungkapnya.
Harga getah karet yang tidak menentu, juga menjadi penyebab lemahnya transaksi perdagangan. Sementara pendapatan warga bersumber dari komoditas karet.
BACA JUGA Ngandon ke OKU Selatan, Reskrim Polsek Baturaja Timur Jemput Pelaku Colong Motor di OKU
“Sekarang tinggal 10 pedagang yang tetap berjualan di Kalangan Lubuk Leban. Di antaranya makanan dan sayur sayuran, ” tandasnya, (Ofa/Nof)












