Alah Mak !! Udah Harga Getah Murah, Hasilnya Masih Bagi Dua
Sosoh Buay Rayap – Petani karet di Desa Lubuk Leban Kecamatan Sosoh Buay Rayap (SBR) dibuat bingung. Pasalnya, di tengah produksi getah yang melorot, harga jual getah juga di bawah harga beras.
Alhasil, para petani harus sekreatif mungkin memutar akal, agar pendapatan dari panen karet mampu menutupi kebutuhan harian.
Lia, warga Desa Lubuk Leban kepada OKU SATU mengatakan, harga jual getah karet saat ini di angka Rp 7.600 per kg.
“Harga tersebut untuk getah satu mingguan, ” ujarnya.
Ibu beranak dua ini menyebut, harga getah tersebut bertahan sudah dua bulan.
Baca juga :
Gunung Merbabu Ditutup Untuk Pendakian, Penjelasannya Bikin Nyesek
Perbaikan Jalan Baturaja – Muara Dua Dinilai Lamban
Bupati OKU Selatan Minta Kaum Emak Fokus Gizi Anak
Meski cukup tinggi, namun dengan hasil panen getah yang turun, dinilainya masih merepotkan untuk memenuhi kebutuhan.
“Hasil getah turun. Sekali panen 75-80 kg perminggunya. Kalau musim penghujan bisa di atas 100 kg, ” jelasnya.
Namun dengan harga tersebut, ia mengaku bersyukur. Karena harga getah di daerah lain selalu berubah setiap kali nimbang.
“Kalau di sini nimbang seminggu sekali tiap Minggu, ” katanya.
Ia berharap harga getah naik di angka Rp 10 ribu per kg. Karena dengan harga sekarang, ia mendapat bagian kecil. Karena, uang hasil penjualan getah bagi dua dengan pengurus kebun.
“Uang hasil nimbang dibagi dua. Jadi seminggu dapat uang sekitar Rp 300 ribuan, ” tandasnya. (Nof)












