Modifikasi Cuaca 10 Hari, Sasar Lahan Gambut Empat Wilayah
OKUSATU.id – Upaya mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Sumatera Selatan mulai dilakukan. Hujan buatan mulai dikerjakan di langit Sumatera Selatan, untuk menjaga kelembapan lahan yang mudah terbakar.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) itu, dilakukan BMKG selama 10 hari kedepan yang dimulai 5 hingga 14 Mei 2026. Hujan buatan tersebut menjadi salah satu upaya mencegah munculnya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah).
“Hujan buatan menyasar ke lahan gambut yang gampang terbakar, “ ujar Kepala Stasiun Meteorologi STM Badarudin II Palembang, Siswanto.
Baca juga :
Empat Peserta Lolos Calon Sekda OKU, Satu Gugur, Cek Daftarnya di Bawah
Potensi Karhutlah di Ambang Pintu, Wilayah Ini Belum Tetapkan Status Siaga, Termasuk OKU
Menurutnya, lahan gambut selama kemarau menjadi langgangan munculnya kasus Karhutlah. Lantaran lahan gambut mengalami kekeringan ekstrim yang menjadi pemicu karhutlah.
“Pembasahan lahan sedini mungkin untuk melembabkan lahan dan menekan resiko kebakaran, “ sebutnya.
Wilayah yang menjadi target OMC ini antara lain : Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI. Empat wilayah jadi prioritas, karena di kawasan tersebut banyak lahan gambut yang rentan terbakar.
Baca juga :
Kualitas Internet di Kota Baturaja Buruk !
Koper Jemaah Haji OKU Berangkat Lebih Awal, Kemenhaj OKU : Truk Pemda Siapkan
Teknis Pelaksanaan OMC : Selama 10 hari dilakukan sortie dua kali sehari. Setiap sortie setara penyemaian satu ton Natrium Klorida ke awah pemicu hujan.
Selama 10 hari, totalnya 20 kali sortie yang diharapkan mampu mendongkrak hujan di wilayah sasaran. (13)












