KesehatanOKU RAYASumsel

Berobat Pakai KTP, Masyarakat Sumsel Dimudahkan Berobat

×

Berobat Pakai KTP, Masyarakat Sumsel Dimudahkan Berobat

Sebarkan artikel ini

Berobat Pakai KTP, Masyarakat Sumsel Di mudahkan Berobat

Palembang – Layanan kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan akan lebih mudah.

Pasalnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru baru saja meresmikan program Sumsel Berkat atau Berobat Pakai KTP.

Program ini sangat memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

Khususnya masyarakat yang belum mendapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi pekerja bukan penerima upah.

“Berobat akan lebih mudah. Kita memberikan kemudahan masyarakat mendapat layanan kesehatan, ” ujar H Herman Deru saat peresmian program Berkat di Griya Agung, Palembang belum lama ini.

Baca juga :

Budaya Ndanau , Tradisi Tangkap Ikan Bersama Masyarakat Dua Desa di Peninjauan

Oknum ASN di OKU Di ringkus Polisi, Diduga Gelapkan Mobil Pinjaman

Agar program ini menyeluruh, H Herman Deru menggandeng Kabupaten / Kota di Sumsel yang di tandai dengan penandatangan komitmen dukungan Sumsel Berkat oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel bersama 17 Kadin Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Program ini sebagai upaya mencapai tujuan program Universal Health Coverage (UHC), ” ungkapnya,

Untuk itu, H Herman Deru mengharapkan Pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan seluruh puskesmas melayani masyarakat yang berobat dengan KTP.

Selain itu, masyarakat yang perlu pengobatan ke rumah sakit namun belum memiliki jaminan kesehatan, dapat mengajukan kepersertaannya  ke dinas kesehatan kabupaten/kota

“Kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Provinsi di prioritaskan untuk masyarakat Sumsel yang sedang dalam kondisi sakit, ” jelasnya.

Baca juga :

Jalan Tebing di Lubuk Raja Bikin Warga Sengsara Bertahun-tahun,  Kondisinya Rusak Berat, Tiap Melintas Rasanya Mau Nangis

Sampah Bertumpuk di Drainase, Entah Siapa Yang Salah

Gagasan dari Wako dan Bupati se Sumsel

Program ini, sambung Deru merupakan gagasan yang muncul dari obrolan bersama Walikota dan Bupati.

Karena kalau berobat menggunakan BPJS kerap terkendala iuran bulanan.

“Keinginan itu kami respon bersama walikota dan Bupati. Pemprov menyediakan pagu anggaran di 2024, ” tuturnya.

Setelah di resmikan, ia meminta kepala daerah untuk menyampaikan dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Sosialisasikan, bila perlu lakukan jemput bola, ” terangnya.

Untuk informasi, per 1 September 2023, secara nasional masyarakat Indonesia telah terjamin JKN. Jumlahnya 262.865.343 jiwa atau 94,64 persen.

“Sumsel yang terjamin 8.396.170 jiwa, artinya Provinsi Sumsel sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC), ” katanya.

Baca juga :

Lowongan Kerja Klinik Mata Baturaja, Buruan ..!!! Untuk SMA dan D3

Cuaca Terik Mendominasi, Yang Mau Jemur Kasur Manteb Nih, Awas Potensi Kebakaran Intai 8 Kabupaten di Sumsel

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah III Yudi Bastia mengapresiasi sinergi Pemprov Sumsel dan seluruh Kabupaten/Kota dalam mendukung program yang di canangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru.

“Bapak/ibu kepala dinas kesehatan bisa berkoordinasi dengan Kacab kami dalam implementasi di lapangan, semoga tidak ada kendala, ” harapnya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News