Dinas Pemadam Kebakaran OKU Selatan Tepis Tudingan Lambat Pemadaman Kebakaran
Muaradua – Tudingan lambatnya tim pemadam kebakaran yang memadamkan kebakaran toko sembako di Kampung Sawah Kelurahan Muaradua Kecamatan Muaradua, pada Selasa 30 Juli 2024 dini hari sekitar pukul 01.30 wib, dibantah pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) OKU Selatan.
Kepala DPKP OKU Selatan Welly Agus melalui Danru Regu III Muaradua Nopirul menjelaskan, pihaknya datang ke lokasi kebakaran setelah mendapat kabar dari masyarakat, terkait kebakaran toko tersebut.
“Dapat info dari warga yang melapor ke petugas piket pukul 01.50 wib, ” ujarnya.
Pihaknya, sembung dia, segera berkemas menyiapkan peralatan serta pasukan. Kemudian, disusul telpon warga yang melapor soal kebakaran yang sama pada pukul 01.59 wib, ” ceritanya.
Setelah siap, tim pemadam meluncur ke lokasi dengan membawa satu armada tembak. Pukul 02.07 wib, tim sampai di lokasi dan langsung pemadaman serta pendinginan.
“Api dapat dipadamkan mengunakan 1 unit Armada damkar. Pemadaman di mulai pukul 02.10 wib sampai jam 03.00 wib, ” jelasnya.
Toko yang terbakar, dikatakannya adalah milik Sempet (54). Toko tersebut menjual sembako. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal korsleting listrik yang ber asal dari kulkas.
Warga Kampung Sawah Kecamatan Muaradua, OKU Selatan kaget bukan kepalang. Pasalnya, pada Selasa 30 Juli 2024 pukul 01.30 wib dini hari, warga dikejutkan terbakarnya toko sembako.
Api sangat cepat membesar. Teriakan warga soal kebakaran semakin riuh terdengar. Warga berusaha memadamkan kobaran api, namun kobaran makin menjadi.
“Api sulit dipadamkan, ” ujar Putra pemilik toko.
Warga, sambung dia, melihat tokonya diselimuti api, hanya dari luar. Karena toko terkunci. Warga terpaksa memecahkan kaca, agar bisa memadamkan api.
“Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Kerugian sekitar ratusan juta rupiah, ” ungkapnya.
Pihaknya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran, namun 1 jam kemudian baru tiba di lokasi dan api keburu menghabiskan isi toko.
“Tidak ada yang selamat semua ludes, ” tegasnya.
Sementara itu salah satu warga Karmuji membenarkan terjadinya kebakaran sekitar pukul 01.30 dinihari.
“Persisnya saya kurang tau saya hanya membantu membersihkan puing sisa kebakaran dan saya menghimbau warga agar lebih berhati hati karena saat ini musim kemarau sangat mudah terjadi titik api semoga tidak terjadi pada warga lain, ” harapnya. ( syuk/13)






