Lubuk Raja, OKU — Desa Marta Jaya diguncang duka pada Kamis sore (14/8).
Seorang ibu berusia lanjut, Inem (67), harus menjalani perawatan medis setelah mengalami kekerasan fisik dari orang yang seharusnya menjadi pelindungnya—anak kandungnya sendiri.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat sedang berada di dapur rumah, Inem tiba-tiba diserang oleh M. Asep Rahman (44), anak yang ia besarkan dengan kasih sayang.
Tanpa peringatan, sang anak melayangkan tamparan dan pukulan ke wajah ibunya. Tak berhenti di situ, tubuh renta Inem yang terjatuh justru menjadi sasaran tendangan dan pukulan bertubi-tubi.
BACA JUGA Hujan Deras Berpotensi di 13 Wilayah dì Sumsel, Kabupaten Ini Dìperkirakan Sejak Pagi
Warga sekitar, termasuk Juni Juwantoro dan Ikutan Fikriyan, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, tak kuasa menahan emosi.
Mereka segera membawa Inem ke Klinik Batumarta dengan kondisi wajah dan tubuh penuh luka lebam.
“Tak ada alasan, tak ada pertengkaran sebelumnya. Tiba-tiba saja dia menyerang ibunya,” ujar salah satu saksi dengan nada getir, Senin (18/8).
BACA JUGA Waspada! Potensi Banjir di OKU Mengintai Meski Kemarau Masih Berlangsung
Setelah korban mendapat penanganan medis, perangkat desa bersama warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubuk Raja.
Petugas pun bergerak cepat, mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKU.
Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah kasus ini akan diproses secara hukum atau diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.
Yang jelas, luka fisik dan batin yang dialami Inem menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam keluarga bisa terjadi di mana saja—bahkan di tempat yang paling kita sebut “rumah.” ***











