Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) rencananya akan menjadi pasangan yang pertama akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasangan AMIN ini akan mendaftar kamis (19/10) besok.
Selain akan menjadi pasangan pertama yang mendaftar, Anies Baswedan merupakan capres pertama yang memiliki cawapres. Sementara dua calon presiden lainnya, Prabowo dan Ganjar sampai saat ini belum menetapkan siapa cawapresnya.
Manuver Anies ini ternyata mendapat penilaian dari beberapa pengamat politik.
Salah satu pakar komunikasi komunikasi politik Effendi Gazali mengaku saat ini pasangan AMIN sudah ada pada jalur yang benar. Mereka tak tidak perlu persiapan khusus.
“Tak perlu, mereka sudah on the right track,” kata Effendi dalam keterangannya, Selasa (17/10) seperti yang di kutip jpnn.com
Menurutnya, langkah Anies hingga akhirnya mendapatkan tiket menjadi capres terbilang langkah jenius.
Mantan rektor Universitas Paramadina ini tidak memiliki kendaraan partai politik dan uang.
Kejeniusan strategi Anies menurut Effendi Gazali terlihat karena Anies dapat memaksa ketua umum NasDem Surya Paloh mendapatkan tiket pencapresannya
Selain itu, .Anies juga menekan NasDem saat itu untuk menentukan cawapres.
Api Menjalar Liar, Dipadamkan Justru Makin Berkobar, Warga Panik, Telpon Tim Pemadam
Manuver Cerdik
Anies juga di nilai melakukan manuver cerdik memberikan lampu hijau atas tawaran ketua umum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pendampingnya. Saat itu ia terus melakukan tekanan pada NasDem.
Namun di satu sisi Anies yakin Surya Paloh tidak mungkin memberikan tiket cawapres pada AHY. Sebab jika di lakukan, akan membesarkan perolehan suara Demokrat, mengalahkan NasDem.
“Cukup jarang di Indonesia seorang tokoh yang bukan dari partai atau bukan ketua umum atau bukan dekat sekali dengan ketua umum partai bisa mendapat tiket. Jadi, Anies memang jenius,” lanjutnya.
Selain itu Surya Paloh merupakan tokoh hebat. SP dapat menemukan calon presiden jauh-jauh hari. Tak heran jika NasDem menggandeng Anies menjadi kandidat capres.
“Ingat bagaimana Surya Paloh menemukan SBY dan Jokowi jauh sebelum pilpres berlangsung,” pungkas Effendi.(**)












