Libur Sekolah 40 Hari Selama Ramadhan, Menko PM Tak Setuju
Jakarta – Libur sekolah selama ramadhan ditanggapi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, wacana tersebut tak perlu direalisasikan. Bahkan dengan tegas, dirinya mengaku tidak setuju dengan wacana tersebut.
“Saya kira tidak perlu ya. Karena konsepnya belum jelas. Tetap saja jalan, puasa tidak menghentikan kegiatan, ” kata Cak Imin, dikutip dari antara.
Libur sekolah selama 40 hari, kata dia terlalu lama. Selain itu, puasa juga jangan dijadikan halangan untuk kegiatan sehari-hari.
“Puasa itu seperti kebiasaan sehari-hari, jangan dibedakan. Libur 40 hari juga kelamaan, ” tuturnya.
Wacana libur sekolah 40 hari selama ramadhan muncul beberapa waktu lalu. Kebijakan libur sekolah, pernah terjadi selama kepemimpinan presiden Gusdur.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut wacana libur sekolah selama ramadhan, belum ada pembahasan.
“Ini masih sebatas wacana Menteri Agama belum menjadi keputusan, ” katanya.
Menteri Agama Nasarudin Umar juga menyebut, soal libur sekolah selama ramadhan masih sebatas wacana. Kendati, di beberapa satuan pendidikan, kebijakan tersebut masih berlaku.
“Khususnya satuan pendidikan di pondok pesantren, ” ungkapnya. (13)











