Opini

Evaluasi Makan Bergizi Gratis

×

Evaluasi Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
bagus suparjiono
bagus suparjiono

Evaluasi Makan Bergizi Gratis

Oleh:
Bagus Suparjiyono, S.Pd.,M.Si.
– Pemerhati Anak Ogan Komering Ulu
– Manager Genza Education Baturaja
– Ketua GNPK Ogan Komering Ulu

Istilah “MBG” merujuk pada program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan janji politik utama dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pelaksanaan program ini telah menimbulkan perdebatan sengit mengenai tuntutan target politik versus keselamatan anak dan efektivitas program.

Program MBG berada dalam sorotan tajam karena kasus keracunan yang berulang dan munculnya tuduhan bahwa program ini dijalankan secara terburu-buru untuk memenuhi target politik.

Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola untuk memastikan bahwa program ini dapat mencapai tujuannya tanpa mengabaikan keselamatan penerima manfaat.

“Risiko Korupsi di Balik Hidangan Makan Bergizi Gratis” yang menyoroti tingginya kerentanan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pendekatan Corruption Risk Assessment (CRA).

Kajian ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya berisiko gagal secara implementatif, tetapi juga membuka ruang bagi korupsi sistemik akibat lemahnya tata kelola, berkelindannya konflik kepentingan, serta praktik pengadaan barang dan jasa yang tidak akuntabel.

Pengawasan dan penanganan makanan yang ketat sangat diperlukan di setiap tahap, dari pengadaan bahan hingga penyajian.

Evaluasi sistematis dan perbaikan prosedur menjadi kunci, menyusul banyaknya laporan kasus keracunan yang terjadi.

“Untuk menghindari kejadian makanan uang beracun, perlu memperhatikan tiga aspek penting; pertama, bahan makanan. Kedua, penanganan terhadap bahan makanan. Dan yang ketiga, hak izin dan sanitasi,” kata Fahmi kepada NU Online baru-baru ini.

Berikut tips dari Ahli Gizi Fahmi untuk mengantisipasi agar kejadian keracunan dalam mengonsumsi MBG tidak terulang lagi.

1. Bahan makanan Dalam memilih bahan makanan harus sesuai dengan kriteria atau  spesifikasi. Tidak cacat, tidak kadaluwarsa, dan tidak berubah baunya, serta tidak berubah warnanya.

2. Penanganan terhadap bahan makanan Hal ini penting diperhatikan pada saat bahan makanan diterima perlu ada sortir bahan makanan, dan juga perlu memperhatikan pada saat penyimpanan bahan makanan.

Pada saat proses sortir bahan makanan, perlu memperhatikan bahan makanan kering dan mana bahan makanan basah. Serta perlu adanya perhatian dalam proses penyimpanan bahan makanan.

Dengan estimasi anggaran hingga Rp 400 triliun dan target 82,9 juta penerima manfaat, MBG digadang-gadang sebagai program prioritas untuk menurunkan stunting dan memperkuat sumber daya manusia.

Namun, dalam praktiknya dalam kerangka CRA yang dilakukan TII mengidentifikasi risiko utama:

Program MBG tampak menjanjikan di atas kertas, namun gagal memenuhi prasyarat tata kelola yang sehat. Tingginya kerentanan korupsi dalam program MBG menunjukkan program ini harus dimoratorium segera supaya tidak memperbesar kerugian negara,”

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News