Headline

Gerai Ditutup, Begini Nasib Karyawan Me Gacoan  Baturaja 

×

Gerai Ditutup, Begini Nasib Karyawan Me Gacoan  Baturaja 

Sebarkan artikel ini
Karyawan gerai Me Gacoan mengintip aksi damai yang digelar AMP OKU di halaman gerai Me gacoan Baturaja. Pasca ditutupnya gerai tersebut, nasib karyawan Me gacoan.
Karyawan gerai Me Gacoan mengintip aksi damai yang digelar AMP OKU di halaman gerai Me gacoan Baturaja. Pasca ditutupnya gerai tersebut, nasib karyawan Me gacoan.

Gerai Ditutup, Begini Nasib Karyawan Me Gacoan  Baturaja

OKUSATU.id – Me Gacoan  Air Karang, Desa Tanjung baru, Kecamatan Baturaja Timur  ditutup, Sabtu, 14 Februari 2026. Penutupan  ini sejalan dugaan me gacoan belum mengantongi perizinan dari pihak terkait.

Lalu, bagaimana dengan nasib karyawan pasca gerai me gacoan ditutup? Andre, Manager Operasional me gacoan Baturaja menyatakan akan tetap mempekerjakan karyawannya meski kondisi tutup.

Alasnya, masih kata Andre berkaitan nasib puluhan karyawan yang “numpang” hidup dari bekerja di  me gacoan.

“Kasihan meraka (karyawan.red), apalagi sekarang susah cari pekerjaan. Itu alasan kemanusiaan kami, ” kata Andre kepada jurnalis okusatu.id, Sabtu,14 Februari 2026.

 

Baca juga :

Me Gacoan Baturaja Tutup !

AMP-OKU  Minta Mie Gacoan di OKU Tutup, Diduga Tak Berizin 

 

Terkait, jumlah karyawan me gacoan, Andre menyebutkan ada 80 orang.

“Tujuh karyawan dari Palembang yang kita datangkan untuk mengajari karyawan yang masih uji coba. Sedangkan 73 karyawan berasal dari OKU, ” sebutnya.

Diakui Andre, selama aksi digelar oleh AMP OKU hingga ditutup, pihaknya mengaku mengalami kerugian puluhan juta.

“Pasti rugilah. Karena kami tidak melayani order  secara  online maupun offline, ” akunya.

 

Baca juga :

Tiga Hari Minim Sinar Matahari, Hari Ini 11 Wilayah Diintai Hujan Deras Dìsertai Petir, Awas Banjir

Ini Daftar Pejabat yang Dilantik Bupati OKU H Teddy 

 

Terkait penutupan, me gacoan, karyawan me gacoan hanya bisa pasrah. Kendati demikian ia berharap me gacoan segera buka kembali.

“Saro sekarang cari gawean ka, makanya sedih tempat kami kerja sampai ditutup, ” Ucapnya dengan raut wajah sedih.

Ia mengaku bekerja di me gacoan baru dua bulan atau tepatnya Januari 2026.

“Baru gajian sekali. Bulan ini Ndak tahu gajian apo idak kan ditutup, “ucapnya.

Ia berharap kepada managemen segera melengkapi semua perizinan agar karyawan mie gacoan bisa kembali beroperasi.

“Itu saja doa kami, ” tukasnya(15).

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News