Pertanian

Harga Kopi Robusta Tembus Rp95.000 per Kilogram

×

Harga Kopi Robusta Tembus Rp95.000 per Kilogram

Sebarkan artikel ini
Harga Kopi Robusta Tembus Rp95.000 per Kilogram
foto istimewa

Harga Kopi Robusta Tembus Rp95.000 per Kilogram

OKUSATU.ID – Harga biji kopi robusta kering di tingkat petani mengalami kenaikan tajam pada musim panen 2025.

Berdasarkan pantauan di sejumlah daerah sentra produksi, termasuk Aceh Barat, harga biji kopi robusta kering mencapai Rp95.000 per kilogram, dengan kisaran harga mulai dari Rp75.000, tergantung kualitas dan grade biji kopi.

BACA JUGA Harga Kopi di Ulu Danau Nyaris Tembus Rp 100 Ribu, Senyum Petani Makin Manis

Petani di Desa Kubu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, menyambut baik kenaikan harga ini.

Aktivitas panen kopi robusta berjalan aktif sejak awal Mei 2025.

Biji kopi dengan mutu tinggi mampu mencapai harga tertinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat.

“Tahun ini harga kopi bagus. Kalau hasilnya bersih dan kering sempurna, saya bisa jual sampai Rp95.000 per kilo. Ini membantu petani setelah beberapa musim harga tidak stabil,” ujar salah satu petani kopi robusta di Aceh Barat.

BACA JUGA Harga Kopi Bubuk Melambung, Pedagang : Efeknya Penjualannya Bagus

Faktor Kenaikan Harga Kopi Robusta 2025

  • Permintaan ekspor meningkat, terutama dari negara-negara pengimpor utama seperti India dan Jerman.

 

  • Kualitas panen membaik, berkat cuaca yang mendukung dan penggunaan teknik budidaya yang lebih baik.

 

  • Produksi terbatas di beberapa wilayah menyebabkan pasokan turun, sementara permintaan tetap stabil.

 

BACA JUGA 5 Kopi Khas Indonesia yang Bikin Dunia Tergila-gila, Salah Satunya dari Sumatera Selatan! Sudah Pernah Coba?

Kopi Robusta Indonesia Tetap Diminati Pasar Global

Kopi robusta Indonesia tetap menjadi komoditas unggulan. Daerah seperti Aceh Barat, Lampung Barat, dan Bengkulu tetap menjadi tulang punggung produksi kopi nasional.

Dengan harga yang terus naik, kopi robusta Indonesia tetap menjadi pilihan utama di pasar global karena karakter rasanya yang kuat dan kandungan kafein yang tinggi.

Pemerintah daerah dan dinas pertanian mendorong petani untuk menjaga kualitas pascapanen, seperti proses pengeringan dan sortasi biji kopi, agar harga jual tetap kompetitif di pasar internasional. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News