Pertanian

 Kopi Robusta Dihargai Rp 50 ribu per KG, Penikmat Kopi Bersyukur

×

 Kopi Robusta Dihargai Rp 50 ribu per KG, Penikmat Kopi Bersyukur

Sebarkan artikel ini
Seorang petani kopi sedang memanen buah kopi yang matang di kebun, dengan tanaman kopi penuh buah berwarna hijau, kuning, dan merah.
Petani kopi sedang memanen buah kopi yang telah matang di kebun. Tanaman kopi ini menunjukkan berbagai tingkat kematangan, dari hijau hingga merah, menandakan siap dipanen.

OKUSATU.id – Petani kopi dibuat pusing dengan anjloknya harga biji kopi. Khususnya biji kopi robusta. Pasalnya, harga jual biji kopi anjlok Rp 20 ribu per kilogram.

Rasa sesak memenuhi dada. Apalagi, turunnya harga kopi terjadi, saat masa puncak panen kopi. Padahal di awal musim panen, harga kopi nangkring di angka Rp 70 ribu per kilogram.

“Lah pening pulo, kopi dihargai Rp 56 ribu – Rp 58 ribu, itu yang kualitas terbaik, apa kabar dengan kopi yang kualitas standar, “ keluh Almi petani kopi di Pagaralam.

Tanda-tanda turunnya harga jual kopi sudah dirasakan sejak Mei 2025. Namun ia merasa aneh, meski turunnya harga kopi perlahan, namun sangat signifikan.

“Minggu belakang masih bejual Rp 60 ribu lebih sekilo, sekarang justru turun lagi, “ sesalnya.

 

Baca juga :

Enam Pucuk Senpira Disita Polisi dari Bengkel, Pemiliknya juga Diangkut

Ratusan Titik Panas di Sumsel, Muba “Rajanya”, Palembang Nihil

 

Faktor panen serentak, diduga memicunya turunnya harga jual. Karena dapat dipastikan, saat panen, volume kopi berlimpah.

“Bisa jadi sekarang banyak yang jual kopi, karena kebutuhan budak nak sekolah, “ tuturnya.

Menurutnya, harga kopi di angka Rp 70 ribu sangat relevan dengan kondisi kebutuhan saat ini. Apalagi untuk kebutuhan harian, harga sembako terus merayap naik.

“Harga Rp 70 ribu per kg sudah standar lah, “ katanya.

 

Baca juga :

Malam Hari Suhu Dingin Dominan Padahal Kemarau, Jangan Panik BMKG Ungkap Pemicunya

Bandar Narkoba di OKU yang Tertangkap Ternyata Oknum Mahasiswa

Penikmat Kopi Bersyukur

Berbeda dengan masyarakat penikmat kopi, turunnya harga biji kopi sudah lama dinantikan. Karena dengan mahalnya harga biji kopi, berdampak pada harga pembelian bubuk kopi yang ikut mahal.

“Kalau-kalau bae, harga biji kopi turun, harga bubuk kopi ikut turun juga, “ harap Min, warga Kabupaten OKU.

Ia mengaku penikmat kopi, karena dalam satu hari, ia bisa meneguk kopi lebih dari 5 gelas. Bahkan, hendak tidur pun ia masih sempat nyeruput kopi.

“Lah lamo jadi penikmat kopi, dari kelas 2 SMP sampai sekarang. Kalau kata orang susah tidur, saya sebelum tidur kadang ngopi dulu, “ tandasnya. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News