Jalan Amblas di OKU Selatan Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
MUARADUA, OKU SELATAN – Bencana alam kembali mengintai Kabupaten OKU Selatan. Dua titik rawan di Desa Tenang, Kecamatan Kisam Tinggi, mengalami kerusakan parah akibat jalan amblas dan potensi longsor.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (16/5/2025) dan langsung memicu langkah cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan.
Tim gabungan BPBD dan Dinas PUPR OKU Selatan langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei kaji cepat dan memasang garis pengaman.
Tujuannya jelas: mencegah kecelakaan akibat jalan rusak dan mendorong warga untuk menghindari kawasan rawan.
Kerusakan pertama terjadi pada jalan amblas sepanjang 35 meter, selebar 4 meter, dan kedalaman 4 meter.
Sementara titik kedua menandai potensi longsor dengan panjang 51 meter dan lebar 3,5 meter. Tingginya pun sama, mencapai 4 meter.
Kedua titik ini sangat membahayakan, terutama saat curah hujan masih tinggi di wilayah OKU Selatan.
BACA JUGA Agrinas Pangan Nusantara Mulai Proyek Perdana di Baturaja, Siap Guncang Dunia Pangan Nasional
Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., langsung memberi peringatan keras kepada masyarakat. Ia meminta warga, terutama pengendara roda dua dan roda empat, untuk tidak nekat melintasi lokasi jalan amblas di Desa Tenang.
“Keselamatan warga jauh lebih penting. Jangan paksa diri melintasi jalan yang sudah amblas. Kondisinya sangat berbahaya,” ujar Bupati dengan nada tegas.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan, pinggir sungai, dan daerah rawan pergerakan tanah untuk tetap waspada.
BACA JUGA MBG Sumsel Dihentikan
Musim hujan memperbesar risiko tanah longsor di wilayah pegunungan Kisam Tinggi dan sekitarnya.
BPBD OKU Selatan kini tengah menyusun langkah penanganan permanen.
Pemerintah berencana memperkuat lereng dan memperbaiki struktur jalan agar kejadian serupa tidak terulang.
Saluran komunikasi darurat juga dibuka agar warga bisa segera melapor jika melihat tanda-tanda tanah bergerak.
“Kami harap masyarakat cepat melapor kalau melihat tanah mulai retak, pohon miring, atau suara gemuruh dari lereng. Informasi awal sangat penting untuk mencegah korban jiwa,” tegas seorang pejabat BPBD.
Peringatan dini ini menjadi sinyal serius bahwa ancaman longsor di OKU Selatan tak bisa dianggap remeh.
Warga harus terus waspada, apalagi cuaca ekstrem belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pemerintah daerah mengingatkan, pencegahan lebih baik daripada penyesalan.
Dengan kondisi jalan amblas dan potensi tanah longsor yang terus menghantui wilayah Kisam Tinggi, keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama.
Pemerintah bergerak, warga diminta siaga, dan alam harus dihadapi dengan kesadaran penuh. ***











