Keinginan Bukan Berarti Kebutuhan
Oleh:
Bagus Suparjiyono, S.Pd.,M.Si.
Manager Genza Education Baturaja
Dosen luar biasa Universitas Baturaja
Pemerhati Anak Ogan Komering Ulu
Tidak semua keinginan anak harus dituruti. Sebagai orang tua, kita perlu menunjukkan pada mereka mana kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan semata.
Selalu menuruti keinginan anak bukanlah yang baik. Justru bisa berdampak negatif pada anak.
Dampak negatif yang bisa muncul yakni anak akan tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Anak juga menjadi mudah menyerah dan minta bantuan. Kemudian, anak akan semakin sering meminta ketika keinginannya dituruti.
Anak juga bisa menjadi berbicara dan bertingkah tidak sopan pada orang tuanya, anak juga akan terbiasa memulai komunikasi dengan merengek dan suara yang keras kepada orangtuanya.
Dampak yang lainnya anak juga akan meminta imbalan setelah melakukan sesuatu yang diperintahkan orang tua terhadap anaknya, walaupun untuk kebutuhan anak.
Sebagai orangtua, kita harus berani mengambil keputusan dan sedikit agak tegas., misalnya orang tua harus berani
1. Menetapkan batasan yang jelas misalnya antara yang boleh dengan tidak boleh
2. Yang aman atau berbahaya
3. Mengajak anak bernegosiasi
4. Menanamkan kemandirian
5. Menanamkan kesederhanaan
Jika anak tidak dibiasakan dituruti keinginannya oleh orangtua sejak kecil, maka hal itu dapat membentuk pribadinya menjadi tidak serakah dan egois.
Dengan tidak selalu menurutinya maka sama saja dengan mendidiknya untuk tahu batasan dalam meminta pada orangtua dan menginginkan sesuatu.
Yang mana buah hati lama-kelamaan bakal paham batasan dan hal seperti apa yang dituruti orangtua dan tidak, sehingga dengan sendirinya anak belajar untuk tidak meminta sesuatu yang di luar batas kemampuan orangtuanya dan hal yang buruk untuk dirinya.
Ketika anak selalu dituruti keinginannya, maka hal itu bisa membuatnya besar kepala dan egois, begitu pula sebaliknya jika tidak selalu dituruti.
Yang mana anak yang tidak selalu dituruti keinginannya cenderung lebih dewasa dan bijak karena ia belajar untuk mengerti kondisi orangtua dan alasan kenapa hal yang ia mau tidak bisa didapatkan.
Hal ini tentu baik untuk kepribadian anak yang perlahan-lahan belajar untuk tidak selalu mengutamakan diri sendiri saja.
Mendidik anak supaya mandiri itu tidak serta merta dengan menuntutnya untuk mengerjakan segala hal sendiri.
Akan tetapi, bisa dimulai dengan tidak selalu menuruti keinginan anak, sehingga timbul inisiatif dari dirinya sendiri untuk berusaha mewujudkan hal yang ia inginkan sendiri.
Bisa dibilang sebagai pola parenting yang sehat, karena saat anak berusaha mandiri maka di situlah orangtua dapat memberikan dukungan positif yang membuatnya bersemangat.
Mengajarkan sikap dewasa pada anak harus dimulai sejak kecil, salah satunya dengan tidak selalu menuruti keinginan anak.
Yang mana saat permintaan dan keinginannya tidak dituruti, anak akan belajar menyikapi kekecewaannya yang sebaiknya dibimbing orangtua agar bijak menyikapi rasa kecewanya.
Bisa dibilang kalau hal ini termasuk didikan emosional yang baik pada anak sehingga dia tahu cara menangani kondisi emosinya sendiri. (*)











