Koperasi Merah Putih Hadir, Tengkulak Bakal Babak Belur
Jakarta, OKUSATU.id – Koperasi Merah Putih (KMP) segera akan dì bentuk. Jumlahnya fantastis puluhan ribu. Dan tiap desa wajib punya itu.
Bahkan, koperasi besutan Presiden Prabowo ini akan dì lengkapi armada angkutan barang dua unit.
Kemudian, gudang, dan ruang berpendingin untuk penyimpanan.
Baca juga :
70 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Dibangun
Irigasi dì OKU Disebut Sangat Tua, Wabup : Kita Usulkan ke Pusat
Namun ruang berpendingin ini di khususkan bagi masyarakat dì daerah perairan.
Rencana besar tersebut dì tujukan, agar masyarakat petani sejahtera.
Hasil bumi dapat langsung dì pasarkan tanpa banyak perantara yang justru menekan harga jual.
“Tidak boleh terlalu banyak perantara (tengkulak), ” tegas Prabowo, saat panen raya.
Baca juga :
Hujan Ringan Potensi Cuaca 8 April 2025 dì Sumsel, Muara Enim dan Muba Hujan Lebat
Buka 80 ribu Unit KMP
Koprasi Merah Putih rencananya akan dì bangun 80 ribu unit.
Semua desa dì Indonesia akan dì buka koperasi tersebut.
Dengan hadirnya koperasi merah putih di tiap desa, keluar masuk hasil bumi bisa dì lakukan tanpa tengkulak.
Baca juga :
Banjir Besar Terjang Kaur Bengkulu, Warga Panik Saat Rumah dan Kendaraan Terseret Arus
Tanpa Irigasi Bendungan Tiga Dihaji, Produksi Padi Sumatera Selatan Bisa Merosot Tajam
Ia juga menjamin koperasi tersebut akan mampu membawa hasil bumi petani ke pasar, dan mempercepat distribusi pupuk ke petani.
“Tidak ada hasil petani yang tak sampai pasar. Pupuk juga dapat di ambil langsung ke Gapoktan, ” tegasnya.
Serap Milyaran Anggaran
Koperasi Merah Putih akan dì bangun dengan dana Rp 3 – 5 miliar.
Dana tersebut di gunakan untuk membangun gedung banyak fungsi.
Di dalam gedung terdapat kantor koperasi, penjualan sembako, simpan pinjam, klinik dan obat, dan gudang.
Baca juga :
Irigasi dì OKU Disebut Sangat Tua, Wabup : Kita Usulkan ke Pusat
Investasi itu termasuk untuk truk pendukung mobilisasi Kopdes.
Koprasi Merah Putih di gadang-gadang bakal menjadi sentra aktifitas ekonomi di desa, sekaligus pemberdayaan ekonomi. (13)












