Longsor dan Jembatan Putus Terjang OKU Selatan, Akses Jalan Lumpuh
MUARADUA, OKU SELATAN– Serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Senin (9/3/2026).
Bencana berupa tanah longsor hingga jembatan putus dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Di Kecamatan Pulau Beringin, tanah longsor terjadi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Pulau Beringin Utara dengan Desa Tanjung Bulan sekitar pukul 17.45 WIB.
Longsor terjadi di tiga titik dan menyebabkan akses jalan tertutup total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
BACA JUGA
Kejari OKU Timur Geledah Dua Lokasi Kasus FLPP Bank Sumsel Babel, Ribuan Dokumen Disita
Tiga Personil Polres OKU Diberhentikan, Ini Daftar Nama dan Pangkatnya
Pada titik longsor paling kritis, material tanah dengan dimensi sekitar 30 meter x 5 meter menimbun tiga unit sepeda motor.
Satu orang dilaporkan mengalami luka dan telah dilarikan ke Puskesmas Pulau Beringin. Selain itu, lima unit mobil juga dilaporkan terjebak di antara titik longsoran.
Sementara itu, longsor juga terjadi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banding Agung. Material tanah dilaporkan menimpa salah satu rumah warga, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
BACA JUGA
Libur Hari Raya, Mendagri Larang Kepala Daerah Liburan
Proyek Strategis OKU Bakal Diawasi Ketat!
Bencana lainnya terjadi di Kecamatan Mekakau Ilir. Sebuah jembatan di Desa Bunut dilaporkan putus sehingga memutus akses mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Menanggapi kejadian tersebut, tim gabungan dari BPBD OKU Selatan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Petugas juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak PLN untuk pengamanan di lokasi bencana.
BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perkim guna mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor di wilayah Pulau Beringin.
Selain itu, pada Selasa (10/3/2026) tim teknis dijadwalkan melakukan survei lapangan untuk meninjau kondisi rumah terdampak di Desa Tanjung Agung serta mengecek kondisi jembatan putus di Desa Bunut guna menentukan langkah penanganan selanjutnya. (ant)












