RIBER :
- Harga telur ayam ras di pasaran naik di luar momen besar.
- Pedagang menyebut, sejak MBG direalisasikan.
- Zulhas tepis tudingan yang beredar di masyarakat.
OKUSATU.id – Program MBG dituding jadi pemicu naiknya harga telur ayam yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Makan Bergizi Gratis (MBG) genap satu tahun digulirkan pemerintah RI. Sasarannya hampir merata, tak hanya pelajar tapi juga masyarakat penerima manfaat.
Tudingan kenaikan harga telur yang dipicu MBG ditepis Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia mengklaim, harga telur ayam ras masih stabil, tak ada kenaikan.
“Harga telur ayam ras masih stabil, ” ujarnya dilansir CNN Indonesia.
Baca juga :
Tahun Baru Bikin Pedagang Ayam Ngelus Dado
Malam Tahun Baru, Polres OKU Sebar Petugas, Titik Ini Fokusnya
Klaim tersebut bukan tanpa alasan. Ia menyebut, penggunaan bahan pangan untuk MBG sudah diatur, sehingga tidak terjadi lonjakan harga di pasaran.
“Penggunaan bahan pangan untuk MBG diatur, skemanya sudah dijalankan supaya tidak terjadi lonjakan harga pada produk tertentu, ” terangnya.
Pengaturan tersebut dimaksudkan agar, pasokan untuk MBG normal tanpa mempengaruhi harga pangan dì pasaran, karena dipicu permintaan tinggi, tanpa kesediaan barang.
“Per 24 Desember 2025, rata-rata harga telur Rp 31.500 per kg, ” tandasnya.
Untuk diketahui harga pangan belakangan ini dikeluhkan masyarakat. Naik yang sulit untuk turun harga. Seperti telur, beberapa waktu dijual Rp 28 ribu per kg.
Baca juga :
Usulkan PPPK Paruh Waktu Dihapus
Karyawan Gebleg, Dikasih Pinjam Motor Malah Dijual, Kapok Luh Tahun Baruan dì Penjara
Biasanya harga tersebut muncul saat mendekati momen tentu. Umumnya dalam satu tahun ada enam moment.
Antara lain menjelang Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, tahun baru, Imlek dan natal. Dì luar momen itu, harga telur bermain dikisaran Rp 25 ribu per kg.
Nah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah jalan satu tahun, disebut sebagai pemicunya.
“Biasanya harga telur naik sampai Rp 28 ribu itu di momen tertentu, tapi sekarang harga stag Rp 28 ribu, tidak turun justru naik kadang sampai Rp 30 ribu per kg, ” ujar Fahmi pemilik warung makan. (13)












