Modal Golok, Petani Duel dengan Beruang, Petani Masuk Rumah Sakit, Beruang Lari ke Hutan
OKUSATU.id – Panen getah karet di kebun yang berdampingan dengan kawasan hutan Air Pohal Desa Rantau Kumpai Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU mendadak berubah jadi petak mengerikan.
Pasalnya saat ritual rutin yang dilakukan, tamu tak diundang tiba-tiba datang dari dalam hutan. Bukan manusia. Tapi seekor binatang buas. Beruang.
Binatang besar itu tiba-tiba masuk area kebun. Ngamuk menyerang Rahmat (55) petani karet warga setempat yang terlena mengutip hasil kebunnya.
Serangan mendadak dari hewan besar tersebut, membuat Rahmat kaget bukan kepalang.
Baca juga :
Cakar besar beruang tersebut mendarat dì beberapa bagian tubuh. Cairan merah segar dari tubuh yang kena guratan langsung keluar.
Tak hanya menyerang dengan cakar besarnya, gigi taring hewan tersebut juga menghajar kaki Rahmat.
Lantas bagaimana dengan Rahmat yang mendapat serangan mematikan itu ? Petani itu tak tinggal diam.
Keinginannya untuk selama dari cengkeraman mau beruang sangat besar. Segala daya ia kerahkan.
Baca juga :
Air Naik Saat Warga Masih Terlelap! 43 Rumah di OKU Terendam Banjir
Berbekal golok yang terhunus dì tangan, Rahmat memberikan perlawanan meski tak seimbang namun membuat hewan besar penghuni belantara lari ke habitatnya.
Rahmat sangat bersyukur nyawanya selamat, meski tangan kirinya terluka akibat cakaran dan gigitan di betis kanan.
Pertarungan tak seimbang terjadi Rabu 5 April 2026 siang sekira pukul 11.10 wib itu disaksikan Meldi (22) petani karet lainnya.
Usai lepas dari pengalaman yang mengerikan itu, Rahmat tak melanjutkan pekerjaannya. Ia pulang dan menjalani perawatan dì RSUD Ibnu Sutowo pada sore harinya sekira pukul 17.00 wib.
Baca juga :
Masyarakat OKU Diminta Waspada, Potensi Debit Air Sungai Ogan Bertambah Malam Ini
Kasi Humas AKP Ferri Zulfian menerangkan peristiwa mengerikan dipicu aktifitas manusia yang berdekatan dengan hutan yang jadi habitat hewan buas tersebut.
“Kedepan kami minta masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun, ” pesannya.
Selain itu, Kapolsek Sosoh Buay Rayap AKP Karbianto juga sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengantisipasi potensi ganguan hewan buas. (13)












